Menyayangkan Lempar Tanggung Jawab Atas Kerusakan Stadion.

Sungguh malang nasib Tim Sepak Bola Persid Jember. Satu-satunya tim kebangaan masyarakat Jember ini, hampir dipastikan tidak akan melakoni laga kandang di Stadion Notohadinegoro. Ini lantaran, kondisi stadion sudah dinyatakan tidak layak oleh PSSI untuk ditempati pertandingan Liga Indonesia Divisi I Nasional. Banyak pihak menduga rusaknya rumput stadion, lantaran even Internasional Supercross dalam rangka Bulan Berkunjung Ke Jember, ada juga yang menduga kerusakan rumput di stadion lantaran konser musik. Jika memang demikian persoalannya, yang menjadi pertanyaan adalah, apa sebenarnya yang menyebabkan rumput di stadion rusak? Benarkah dugaan even Internasional Supercross menjadi biang keladi kerusakan rumput? Ataukah malahan gara-gara konser musik? Kemudian bagaimana komentar Persidmania terkait persoalan ini? Lalu, bagaimana pula sikap wakil rakyat?

Ibarat kata pepatah, sudah terjatuh tertimpa tangga pula. Kira-kira hal itulah yang dialami oleh Persid Jember sekarang. Beberapa waktu lalu, satu-satunya tim sepak bola kebanggan Masyarakat Jember ini sempat mengalami masalah pendanaan, lalu muncul lagi masalah, beberapa pemain sempat memilih hengkang dari skuad Persid, sekarang persid tidak bisa lagi menggunakan Stadion Notohadinegoro sebagai laga kandang, sungguh kenyataan yang ironis.

Salah satu pendiri Persidmania, Suharyono menyayangkan persoalan ini. Semestinya kata dia, sebagai tim yang bertarung di Divisi I Nasional, laga kandang persid sejatinya di gelar di Jember, bukan di kota lain. Suharyono menduga, kerusakan rumput di Stadion Notohadinegoro, lantaran Even Internasional Supercross yang digelar beberapa waktu lalu.

Pada saat pelaksanaan even tersebut, rumput di stadion ditutupi oleh gundukan tanah dan disulap menjadi sirkuit. Sehingga kata dia, otomatis rumput tersebut menjadi mati. Untuk itulah lanjut suharyono, dirinya meminta panitia Supercross bertanggung jawab atas kerusakan ini.

Sementara itu, Panitia Internasional Supercross, Sandi Suwardi Hasan membantah jika kerusakan rumput stadion, lantaran even internasional Supercross. Menurutnya, pasca pelaksanaan even tersebut, pihaknya langsung melakukan perbaikan dan kondisi stadion sudah kembali seperti semula. Pasca recovery tersebut, pihaknya langsung menyerahkan kepada dispenda selaku pengelola.

Sandi menambahkan, kerusakan stadion bisa jadi disebabkan konser musik, sebab jeda waktu antara even Supercross dan konser musik tidak terlalu jauh. Apalagi kata dia, pada saat konser digelar cuaca dalam keadaan hujan, sehingga hal inilah yang menyebabkan kerusakan rumput.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Jember, Suprapto, membantah jika kerusakan rumput stadion lantaran konser musik yang digelar pasca Even Internasional Supercross. Menurutnya, pada saat pihaknya menerima penyerahan stadion dari panitia, kondisi stadion belum sepenuhnya baik seperti semula.

Suprapto menambahkan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak terkait persoalan ini, sebab selama ini APBD Jember tidak pernah menganggarkan alokasi dana untuk perawatan stadion, sehingga pihaknya terpaksa menyewakan kepada pihak lain. Dari hasil sewa inilah, sebagian dananya dialokasikan untuk dana perawatan.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua DPRD Jember, Miftahul Ulum mengaku sangat kecewa atas rusaknya stadion. Sebab kata dia, sebagai Pembina Persid Dan Masyarakat Jember, tidak bisa melihat Persid bertanding Di Jember. Ulum juga menyayangkan, pasca rusaknya stadion, beberapa pihak yang pernah menggunakan fasilitas ini, saling lempar tanggung jawab. Semestinya kata dia, siapapun yang pernah menggunakan fasilitas public, harus bertanggung jawab jika ada kerusakan.

Kedepan lanjut Ulum, harus ada aturan tegas terkait peruntukan stadion, sebab selama ini, tidak aturan pasti mengenai peruntukan stadion, apakah hanya bisa digunakan pertandingan sepak bola, atau bisa digunakan kegiatan lain. Sehingga nantinya jika ada kerusakan di stadion, maka pihak peminjamlah yang bertanggung jawab.

Begitulah, akhirnya semua Masyarakat Jember berharap, agar pihak yang pernah menggunakan stadion bertanggung jawab atas kerusakan ini. Apalagi akibat kerusakan rumput di stadion, tim sepak bola kebanggan Masyarakat Jember (Persid), tidak bisa menggelar laga kandang di kota sendiri. Tidak hanya itu, hendaknya pemerintah daerah harus segera mengambil langkah cepat atas rusaknya stadion, sehingga nantinya, kejadian serupa tidak akan terulang di masa yang akan dating.

(895 views)
Tags: