DPRD Dan Petani Desak Pemerintah Tunda Impor Gula

Samuji Zarkasih anggota komisi B DPRD Jember berharap pemerintah tidak terburu-buru melakukan impor gula, meski saat ini stok gula dalam negeri diprediksi tidak mampu memenuhi kebutuhan gula nasional.

Menurut Samuji, memang melihat total produksi nasional gula saat ini masih belum mampu memenuhi kebutuhan gula nasional. Sebab industri makanan dan minuman yang biasanya mengambil gula international, beralih ke gula lokal seiring tingginya harga gula international.

Meski demikian pemerintah harus bersikap bijak sebelum memutuskan impor gula. Yang pasti lanjut Samuji, saat ini bukan saat yang tepat untuk impor gula. Karena hampir disemua daerah di Indonesia, petani tebu sedang panen raya. Jika saat ini dilakukan impor dipatikan gula petani dipasaran akan rusak.

Senada dengan Samuji, ketua paguyuban petani tebu rakyat atau PPTR Ali Fikri juga mendesak pemerintah menunda impor gula. Sebab yang terjadi saat ini lanjut Fikri, hanya persoalan distribusi gula. Pemerintah harus mewaspadai ulah spekulan yang berupaya menimbun gula, sehingga gula dipasaran menjadi langka.

Dan yang paling penting, dalam peraturan menteri perindustrian dan perdagangan sendiri mengatur impor gula hanya boleh dilakukan satu bulan sebelum petani melakukan panen, atau dua bulan setelah panen. Sehingga waktu yang tepat untuk impor gula sekitar bulan Desember atau Januari.

(760 views)
Tag: