Polres Jember Akui Kebobolan Beberapa Kali Atas Tindak Kejahatan Di Wilayah Hukumnya.

Kapolres Jember AKBP Nasri mengakui pihaknya kebobolan beberapa kali atas tindak kejahatan di Wilayah Hukum Polres Jember. Padahal sejak awal ramadhan sepertiga kekuatan personel Polres Jember sudah diturunkan untuk pengamanan obyek-obyek vital.

Menurut Nasri, tingginya aktifitas masyarakat menjelang lebaran, memang selalu menjadi rangsangan bagi pelaku tindak kejahatan untuk melakukan aksinya. Oleh sebab itu Polres Jember tidak akan membedakan pengamanan di dalam kota dan di luar kota. Sebab Nasri menilai semua merupakan daerah rawan yang perlu kewaspadaan tinggi.

Namun yang tidak kalah penting lanjut Nasri, pengamanan bukan hanya tugas polri tetapi juga dibutuhkan peran serta masyarakat. Sejak beberapa hari lalu, kabag binamitra, kasatintel, kasatlantas dan kasatreskrim, sudah memberikan pengarahan-pengarahan tentang tata cara mengantisipasi kejahatan, khususnya untuk perusahaan perbankan.

Sementara untuk pengamanan Jalur Arus Mudik dan Arus Balik, Nasri menjelaskan, di dalam kota setidaknya sudah dioperasikan 9 pos pengamanan. Sementara di luar kota ada 3 pos, yang terletak di Garahan, Bangsalsari Dan Jalur Jember Bondowoso.

Pengamanan jalur lanjut Nasri, memang dititikberatkan di Garahan, karena jalur ini merupakan jalur alternative, jika jalur pantura mengalami kepadatan yang melebihi batas. Untuk itu Kasatlantas Polres Jember akan terus berkoordinasi dengan Kasatlantas Polres Probolinggo Dan Banyuwangi, jika sewaktu-waktu terjadi pengalihan jalur dari panturan ke jalur gumitir.

(777 views)
Tag: