Fraksi PKS Merasa Dianak Tirikan

Fraksi PKS merasa di anak tirikan oleh pimpinan DPRD Jember. Sebab selama ini fraksi PKS merasa tidak pernah diajak omong terkait agenda kegiatan DPRD. Anggota F-PKS justru tahu rencana kegiatan dewan dari media sehari kemudian.

Pernyataan ini diungkapkan anggota F-PKS Lilik Ni’amah dalam sidang paripurna penetapan pimpinan DPRD Jember Kamis pagi. Menurut Lilik, setidaknya ada 2 agenda kegiatan yang dalam perencanaannya tidak melibatkan PKS. Diantaranya rencana pelaksaan paripurna ini. Pimpinan hanya melibatkan 4 partai besar pemenang pemilu, padahal di DPRD Jember ada 7 fraksi.

Lilik berharap dengan ditetapkannya pimpinan definitif DPRD Jember, komunikasi di gedung dewan bisa lebih terbuka. Lilik membantah pernyataannya sebagai bentuk protes, tetapi hanya warning bagi pimpinan yang baru saja ditetapkan. Semoga lanjut Lilik, kebuntuan komunikasi kemarin hanya akibat belum adanya kelengkapan dewan.

Sementara wakil ketua DPRD Jember Lukman Winarno membantah telah menganak tirikan PKS. Pembicaraan pertama dengan 4 partai besar merupakan pembicaraan di tingkat pimpinan, dan PKS memang bukan salah satu unsur pimpinan sehingga tidak diundang.

Lobby-lobby politik boleh dilakukan oleh siapa saja termasuk oleh PKS. Jika selama ini 4 partai besar di Jember lebih inten menjalin komunikasi, menurut lukman merupakan sesuatu yang wajar. Lukman justru menyarankan PKS lebih aktif untuk melakukan lobby politik dengan fraksi lain.

Lebih jauh Lukman mengatakan, jika untuk lobby politik fraksi manapun tidak ada keharusan memberitahukan kepada fraksi lain, karena memang untuk loby merupakan urusan internal fraksi masing-masing. Tetapi jika untuk agenda resmi dewan Lukman memastikan semua fraksi akan dilibatkan termasuk PKS.

(1.120 views)
Tag: