Lambatnya Kinerja Anggota Dewan

Meski sudah hampir tiga pekan Anggota DPRD Jember dilantik, namun hingga hari ini, belum ada satupun kegiatan pembahasan di gedung dewan, yang berkaitan dengan persoalan rakyat. Tidak hanya itu, mereka datang ke gedung dewan hanya sekedar melakukan komunikasi dan koordinasi. Jika memang demikian persoalannya, pertanyaannya adalah, apa yang menyebabkan lambatnya kinerja wakil rakyat? Kemudian, bagaimana tanggapan anggota dewan terhadap persoalan ini?

Beberapa waktu lalu, pimpinan sementara DPRD Jember melakukan koordinasi dengan Departemen Dalam Negeri (Depdagri). Koordinasi tersebut untuk mempertanyakan kejelasan Undang-Undang Susunan Dan Kedudukan DPRD.

Menurut Ketua Sementara DPRD Jember, Saptono Yusuf, hasil konsultasi ke depdagri, rancangan undang-undang susduk sudah disahkan menjadi undang-undang. Jadi kata dia, depdagri menyarankan agar pimpinan sementara DPRD, segera mengagendakan pembentukan pimpinan definitive.

Saptono menambahkan, berangkat dari saran itulah, besok pagi pihaknya mengagendakan rapat paripurna internal anggota DPRD, dengan agenda pembentukan pimpinan definitif dan fraksi.

Lebih lanjut Saptono menjelaskan, mengenai pembentukan komisi-komisi, pihaknya masih menunggu peraturan pemerintah tentang susduk tersebut. Meski belum bisa memastikan kapan PP tersebut turun, saptono memprediksikan pasca hari raya idul fitri, komisi-komisi di DPRD Jember akan terbentuk..

Hanya saja kata Saptono, meski Di DPRD Jember belum terbentuk komisi-komisi, jika ada pengaduan dari masyarakat, pihaknya tetap akan menampung aspirasi tersebut. Mengenai tindak lanjutnya, tetap akan menunggu terbentuknya komisi-komisi.

Tidak jauh beda dengan Saptono, Anggota DPRD Jember Dari PKNU, HM Thoif Zamroni mengakui jika hingga hari ini, belum ada aktifitas yang begitu signifikan di gedung DPRD. Hal ini tidak terlepas lanjut dia, belum turunnya PP tentang Susduk.

Hanya saja lanjut Thoif, meski hingga hari ini PP tentang susduk belum turun, sebagian besar anggota dpr tetap datang ke kantor. Paling tidak kata dia, ini merupakan komitmen kepada rakyat bahwa anggota dewan tidak malas untuk datang ke kantor. Thoif menambahkan, tidak hanya itu, seandainya ada masyarakat datang ke DPRD, tetap bisa ditemui oleh wakil rakyat dan aspirasinya tetap bisa tersampaikan.

Thoif juga berharap, kedepan agar semua pihak bisa bekerjasama dengan anggota dewan yang baru, sehingga nantinya kata dia, program yang ada di dewan, bisa sinergis dengan masyarakat.

Hal senada disampaikan Anggota DPRD Dari PDIP, Lukman Winarno. Menurutnya, pada prinsipnya semua aduan dari masyarakat tetap akan diterima oleh pihaknya. Hanya saja kata dia, untuk ditindak lanjutnya tetap menunggu alat kelengkapan dewan, seperti panmus dan komisi.

(895 views)

Tag: