Menyayangkan Besarnya Angka Pengangguran Dari Lulusan Perguruan Tinggi

Lulusan perguruan tinggi bukan jaminan akan bisa langsung mendapatkan pekerjaan, anda boleh percaya atau tidak, berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan kiss fm, jumlah sarjana yang menganggur di Indonesia, dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada tahun 2005 lalu, jumlah sarjana yang menganggur masih 385.000 orang, namun pada bulan februari 2009, jumlahnya sudah mencapai 626.600. Itu artinya, terjadi kenaikan dua kali lipat. Tidak hanya itu, angka tersebut akan bertambah jika digabungkan dengan lulusan diploma yang mencapai 486.000 orang. Jika memang demikian persoalannya, pertanyaan adalah, apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Kemudian, bagaimana pendapat pelaku pendidikan terhadap fenomena ini? Lalu bagaimana pula komentar wakil rakyat?

Perlu mencari terobosan baru terkait dengan persoalan ini. Misalkan dengan merubah kurikulum di dunia pendidikan, dengan menambahkan mata kuliah skill di semua mata pelajaran atau kuliah. Demikian Ungkapan Anggota DPRD Jember, Miftahul Ulum. Menurutnya, persoalan ini harus segera diatasi, sebab jika angka lulusan perguruan yang menganggur terus bertambah, tentunya akan berpotensi menimbulan masalah social.

Ulum yang juga mantan ketua Komisi D DPRD Jember Periode 2004-2009 menambahkan, besarnya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi, juga tidak terlepas dari terbatasnya jumlah lapangan kerja yang ditawarkan. Sebab selama ini lanjut ulum, lulusan perguruan tinggi setiap tahunnya bertambah besar, sedangkan di satu sisi, lapangan pekerjaan yang tersedia jumlahnya sangat minim.

Makanya kata Ulum, jangan heran jika pandangan masyarakat terhadap perguruan tinggi semakin miring, sebab ternyata angka pengangguran dari perguruan tinggi sangat besar, padahal disisi lain, biaya yang harus dikeluarkan pada saat kuliah jumlahnya sangat besar. Ulum berharap, kedepan pemerintah harus segera membuat terobosan-terobosan baru, untuk mengatasi persoalan ini. Misalkan dengan memberikan pelatihan skill kepada masyarakat, sehingga nantinya mereka dapat berwirausaha dengan mandiri.

Sementara itu, Direktur Pasca Sarjana STAIN Jember, Babun Suharto memandang, banyaknya lulusan perguruan tinggi yang masih belum mendapatkan pekerjaan, tidak terlepas dari proses pembelajaran di lembaga tersebut. Sebab selama ini, banyak lembaga pendidikan yang orientasinya hanya memberikan teori , pada saat proses pembelajaran. Parahnya lagi kata dia, teori tersebut jarang sekali diringi dengan praktik di lapangan.

Babun menambahkan, seandainya sebuah perguruan tinggi membangun sebuah relasi dengan instansi, baik swasta maupun negeri maka dirinya yakin angka pengangguran dari perguruan tinggi tidak akan semakin bertambah besar. Untuk mengantisipasi persoalan ini lanjut Babun, beberapa waktu lalu, pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan swasta. Minimal kata dia, dengan adanya kerjasama ini diharapkan nantinya lulusan lembaga yang ia pimpin, dapat diterima langsung di perusahaan tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Jember, Mohammad Tamrin mengatakan, berdasarkan catatan pihaknya angka pengangguran di jember semakin turun, hal ini tidak terlepas dari beberapa hal. Pertama lanjut Tamrin, beberapa waktu lalu, bupati mengeluarkan kebijakan kepada setiap perusahaan, dimana perusahaan wajib mempekerjakan minimal 70 persen warga Asli Jember, kemudian, semakin banyaknya bursa kerja dan adanya kerjasama perguruan tinggi dengan beberap perusahaan swasta.

(978 views)
Tag: