Mengukur Efektifitas Keberadaan Pasar Murah

Sejak Senin lalu, Dinas Perindustrian Perdangan Dan ESDM Jember, menggelar pasar murah di sepuluh titik. Keberadaan pasar murah ini diharapkan mampu memberikan harga murah kepada masyarakat, di tengah melonjaknya harga bahan pokok. Jika memang demikian persoalannya, yang menjadi pertanyaan adalah, mampukah pasar murah ini menjawab kebutuhan masyarakat? Lalu, sejauh mana efektifitasnya? Kemudian, bagaimana pandangan pengamat mengenai keberadaan pasar murah?

Hampir setiap tahun pada saat menjelang bulan ramadhan, dan menjelang hari raya harga kebutuhan bahan pokok mengalami kenaikan. Hal ini tidak terlepas dari melonjaknya permintaan dari masyarakat atau konsumen. Demikian ungkapan Pengamat Ekonomi Universitas Jember, Hadi Paramu.

Dijelaskan, meski stok atau suplai barang tetap melimpah, namun jumlah permintaan dari masyarakat semakin meningkat, harga barang juga akan ikut bergerak naik. Ketika disinggung mengenai keberadaan pasar murah, menurut Hadi, sebenarnya pasar tersebut tidak akan menyelesaikan masalah kenaikan harga. Apalagi jumlah barang yang disediakan hanya sedikit, sedangkan kebutuhan masyarakat sangat banyak.

Belum lagi lanjut Hadi, persoalan letak pasar yang jauh dari jangkauan masyarakat. Yang jelas menurutnya, harus ada upaya lain yang harus dilakukan oleh pemerintah, untuk menekan harga dipasaran. Misalkan, pemerintah membuat tim khusus untuk mengendalikan harga di pasaran. Hanya saja kata dia, harus didukung oleh masyarakat sendiri, dengan sedikit mengencangkan ikat pinggang. Maksudnya, masyarakat juga harus sedikit berhemat dalam membelanjakan kebutuhannya.

Meski demikian, Hadi tetap mengapresiasi usaha pemerintah ini, sebab menurutnya, dengan usaha seperti ini, pemerintah sudah menunjukkan keseriusannya untuk menjawab problem di masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Dan ESDM Jember, Hariyanto menjelaskan, keberadaan pasar murah ini digelar untuk memberikan harga yang lebih murah kepada masyarakat daripada di pasaran.

Hariyanto menambahkan, untuk memberikan harga yang bersaing dengan pasar, pihaknya menggandeng beberapa toko grosir dan distributor. Keberadaan pasar murah ini akan digelar di 10 titik, diantaranya Kecamatan Panti, Jelbuk, Mumbulsari, Sukorambi, Tempurejo dan beberapa kecamatan yang lain.

Lebih jauh Hariyanto menjelaskan, pihaknya juga akan membatasi setiap pembelian di pasar murah. Ini dilakukan untuk menghindari pembelian dalam jumlah pasar besar. Misalkan, untuk setiap pembelian beras, setiap orang kata dia, akan dibatasi sebanyak 5 kilogram.

Sementara itu, Anggota DPRD Jember, Ayub Junaidi menjelaskan, hampir setiap tahun, harga kebutuhan bahan pokok merangkak naik. Hal ini tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat yang semakin banyak. Mengenai keberadaan pasar murah, Ayub mengapresiasi usaha diseperindag tersebut. Hanya saja kata dia, ke depan perlu adanya penambahan lokasi pasar murah. Sebab jika hanya sepuluh titik, keberadaannya kurang efektif.

Ayub juga berharap kepada disperindag, agar tidak hanya menggelar pasar murah sebab, menjelang hari raya idul fitri, biasanya harga bahan pokok akan semakin mahal. Menurutnya, disperindag perlu mengadakan operasi pasar, agar masyarakat pada saat menjelang hari raya, tidak panik lantaran harga bahan pokok semakin melambung tinggi.

(998 views)
Tag: