Mampukah Wakil Rakyat Dari Kalangan Perempuan Menyuarakan Nasib Kaumnya…?

Ada kabar gembira bagi kaum Perempuan Di Jember, pasalnya Anggota DPRD Jember dari kaum perempuan mengalami peningkatan yang cukup signifikan daripada tahun sebelumnya. Meski belum memenuhi kuota 30 %, namun dengan bertambah menjadi 8 orang merupakan suatu kemajuan. Pertanyaannya adalah, bagaimana komitmen wakil rakyat perempuan terhadap keberadaan Perempuan Di Jember? Lalu, apa langkah konkrit yang akan mereka tempuh, untuk mengangkat martabat Perempuan Di Jember? Kemudian, bagaimana pula pandangan aktifis perempuan terkait bertambahnya kaum mereka di gedung parlemen?

Pada Periode 2004-2009, Anggota DPRD Jember dari kaum perempuan hanya satu orang, namun seiring berjalannya waktu, kaum perempuan bertambah menjadi 3 orang pasca Pergantian Antar Waktu (PAW). Menurut Anggota DPRD Jember Dari Partai Keadilan Sejahtera, Lilik Niamah, beberapa waktu lalu, dirinya dan beberapa Anggota DPRD Jember dari kaum perempuan, berencana akan membentuk kaukus perempuan parlemen, setidaknya kata dia, kaukus ini dapat menyuarakan kepentingan perempuan dengan maksimal.

Lilik menambahkan, yang menjadi fokus utama pihaknya adalah, peningkatan terhadap mutu pendidikan Perempuan Jember. Kemudian, memberikan pelatihan dan ketrampilan terhadap perempuan, sehingga nantinya mereka bisa hidup mandiri. Kekerasan dalam rumah tangga lanjut Lilik, yang kerap kali terjadi pada kaum perempuan, disebabkan, mereka masih banyak yang belum melek pendidikan dan hokum.

Sehingga kata dia, kedepan pihaknya akan memprioritaskan dua program khususnya kepada kaum perempuan. Yakni peningkatan mutu pendidikan dan ketrampilan.

Hal senada dilontarkan Anggota DPRD Jember dari Partai Amanah Nasional, Evi Lestari. Menurutnya, dirinya merasa bersyukur bisa mewakili kaum perempuan di parlemen. Sebab kata dia, dengan semakin banyak wakil rakyat dari kaum perempuan, maka kepentingan perempuan akan semakin terakomodir.

Evi menambahkan, dirinya akan berusaha untuk terus meningkatkan perhatian terhadap perempuan, khususnya bagi mereka yang berada di home industri. Sebab harkat perempuan harus sama dengan laki-laki.

Lebih jauh Evi menjelaskan, kedepan pihaknya akan berusaha untuk mewujudkan peraturan daerah, tentang perlindungan perempuan dan anak. Keberadaan Perda ini sangat penting, terutama untuk menekan angka KDRT.

Sementara itu, Anggota DPRD Jember Dari Partai Demokrat, Ambar Listiyani Menjelaskan, dirinya akan berusaha untuk membuat program yang pro terhadap perempuan. Apalagi kata dia, taraf hidup kaum perempuan masih di bawah laki-laki. Ambar menambahkan, persoalan pendidikan akan tetap jadi prioritasnya, sebab dunia pendidikan merupakan fokus utama pembangunan pemerintah.

Dikonfirmasi terpisah, Aktifis Koalisi Perempuan Indonesia, KPI Wilayah Jawa Timur/ Alfianda Mariawati, menyambut baik bertambahnya kaum perempuan di gedung parlemen. Setidaknya kata Alfi, dengan bertambahnya perempuan di kursi legislative, kepentingan perempuan akan lebih bisa disuarakan dengan maksimal. Kemudian kata dia, ini menandakan masyarakat sudah mulai percaya kepada kaum perempuan, untuk memiliki peran yang sama di dunia politik.

Alfi berharap, kepada wakil peremopuan yang duduk di legislative, agar kedepan dapat menjalin kerjasama yang baik dengan kelompok-kelompok peduli perempuan. Kemudian kata dia, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh wakil rakyat perempuan. Seperti pendampingan terhadap kaum perempuan yang selalu termaginalkan.

(1.634 views)

Tag: