2003 Sampai 2005 Sekkab Jember Juwito Mengaku Tidak Dilibatkan Dalam Urusan Keuangan Pemkab

Dua bukti baru atau novum diajukan terpidana kasus korupsi kasda sekkab Jember Juwito dalam sidang peninjauan kembali di pengadilan negeri Jember Kamis pagi. Dua bukti baru yang diajukan Juwito berupa berita acara rapat penghitungan hutang pribadi mantan bupati Jember Samsul Hadi Siswoyo ke kasda termasuk nota dinas tagihan dan bukti pengembalian dari Samsul ke kasda.

Usai sidang Juwito mengatakan, dirinya juga heran kenapa dirinya diperiksa oleh penyidik tahun 2008. Padahal tahun 2007 sudah ada surat resmi dari bank jatim yang menyatakan Samsul sudah mengembalikan ke kasda tahun 2003 lalu. Dan sejak saat itu dirinya tidak pernah dilibatkan dalam urusan keuangan pemkab.

Juwito mengakui ketika itu memang Samsul sering memerintah beberapa pejabat pemkab untuk meminjam uang ke kasda, hingga total mencapai 7,6 juta rupiah. Tetapi perintah pinjaman yang melalui Juwito hanya 1,7 milyar rupiah dan itupun sudah dikembalikan tahun 2003 lalu.

Memang banyak pengeluaran uang kasda yang menggunakan surat dengan kop sekda, tetapi selalu ditandatangani bagian keuangan Mulyadi dan kepala banwas Ahmad Sahuri. Yang selama ini menjadi pertanyaannya lanjut Juwito, korupsi yang mana yang dituduhkan kepadanya, padahal uang pinjaman Samsul ke kasda yang melalui dirinya sudah dikembalikan.

Diberitakan sebelumnya, pengadilan negeri Jember menjatuhkan vonis bebas kepada Juwito atas segala dakwan. Atas putusan ini jaksa penuntut umum mengajukan kasasi, dan Mahkamah Agung mengabulkan kasasi jaksa dengan vonis 2 tahun penjara, denda 50 juta dan mengganti kerugian negara 416 juta rupiah. Sidamg peninjauan kembali yang dipimpin ketua majelis hakim Yosdi selanjutnya ditunda hingga Rabu pekan depan untuk mendengarkan tanggapan jaksa.

(714 views)
Tag: