Mampukah JMF Kurangi Angka Pengangguran?

Kemarin Pemkab Jember kembali menghelat Jember Market Fair (JMF) Tahun 2009. Event yang digelar di kompleks Balai Serbaguna Jember ini, nantinya diharapkan mampu menekan angka pengangguran di Kabupaten Jember. Jika memang demikian persoalannya, yang menjadi pertanyaan adalah, akankah event ini dapat menekan angka pengangguran di Jember? Lalu, bagaimana komentar wakil rakyat terhadap event JMF ini?

Dalam event Jember Market Fair Tahun 2009, setidaknya ada sekitar 49 perusahaan yang menawarkan lowongan kerja dengan berbagai posisi. Demikian ungkapan Asisten II Bidang Ekonomi Dan Pembangunan Pemkab Jember, Edi B Susilo. Menurutnya, kegiatan JMF ini merupakan bagian usaha pemkab untuk memfasilitasi masyarakat pencari kerja. Untuk tahun 2009 ini, ada sekitar 3000 lebih lowongan yang ditawarkan, sehingga nantinya, masyarakat bisa memilih dimana posisi yang mereka minati.

Hanya saja Edi tidak bisa memastikan berapa angka pengangguran yang akan diserap pada JMF kali ini. Meski demikian, pemkab kata Edi, tetap optimis dengan dibukanya 3000 lebih peluang kerja angka pengangguran di Jember bisa terserap dengan signifikan.

Lebih jauh Edi menjelaskan, pada event JMF kali ini diikuti dari perusahaan luar daerah. Seperti, Surabaya, Sidoarjo Bahkan Dari Kepulauan Batam, Bintan Serta Kalimantan.

Anggota Komisi D DPRD Jember, M Sujatmiko menjelaskan, memang secara prinsip event JMF merupakan terobosan Pemkab Jember untuk memudahkan masyarakat dalam mencari lowongan kerja.

Hanya saja lanjut Sujatmiko, yang perlu ditata kedepan adalah sejauh mana peluang kerja tersebut, bisa dimanfaatkan dengan kondisi para pencari kerja di Jember. Sebab fakta dilapangan berbicara lain, lowongan yang ditawarkan dalam JMF mayoritas unskill.

Sujatmiko pesimis, event ini akan mengurangi angka pengangguran di Jember secara signifikan, sebab lowongan yang ditawarkan ternyata banyak yang tidak sesuai dengan lulusan pencari kerja. Sujatmiko menyarankan kepada Pemkab Jember, agar kedepan membuat terobosan-terobosan baru, seperti mengundang investor dari luar daerah untuk menanamkan modalnya di Jember, sehingga nantinya kesempatan kerja akan terbuka dengan sendirinya.

Senada dengan Sujatimko, Anggota Komisi B DPRD Jember, Rendra Wirawan memandang keberadaan JMF sebagai upaya pemkab untuk menekan angka pengangguran di jember. Hanya saja, event ini perlu dievaluasi agar nantinya kedepan pelaksanaannya lebih baik.

Rendra juga menyarankan, agar kedepan pemkab membuat terobosan baru disamping kegiatan ini. Sebab Rendra tidak yakin, masyarakat yang datang ke event ini, akan langsung berminat dengan tawaran posisi yang ditawarkan oleh perusahaan yang ikut bagian dalam event JMF.

(1.149 views)
Tag: