Ketua AGP Anshor Harapkan Ketua NU Bukan Tukang Stempel Politik

Untuk kesekian kalinya ketua umum gerakan pemuda ansor yang juga wakil gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, mengeluarkan pernyataan mengecam ketua umum pengurus besar NU Hasyim Muzadi. Gus Ipul menilai manuver politik Hasyim saat pemilihan presiden lalu membuat kredibilitas NU turun.

menurut Gus Ipul, jika kader NU menyatakan dukungannya kepada salah satu capres tidak menjadi persoalan. Tetapi jika pengurus apalagi ketua yang merupakan simbol NU ikut dalam dukung mendukung, akan mengakibatkan kredibilitas NU turun. Terlebih lagi calon yang didukung ternyata kalah.

Seharusnya ketua NU berpikir mengenai kemaslahatan umat, bukan menjadi tukang stempel capres A dari NU, capres B bukan dari NU. Memang banyak warga NU yang memilih pasangan JK-Win. Tetapi juga tidak sedikit yang memilih pasangan SBY-Budiono dan Mega-Pro. Mereka juga kader NU yang menurut gus Ipul perlu di wadahi.

Meski ketua PBNU tidak mendukung pasangan SBY-Budiono yang ternyata menjadi pemenang pilpres, gus Ipul yakin SBY-Budiono masih akan menempatkan beberapa kader NU dalam jajaran kabinetnya. Menurut gus Ipul, ada beberapa figur kader berkualitas di NU seperti Muhaimin Iskandar dan Mohammad Nuh.

Gus Ipul berharap pengalaman ini bisa dijadikan pelajaran bagi warga NU, agar dalam muktamar NU mendatang tidak memilih figur ketua yang menjadi tukang stempel politik. Gus Ipul berpendapat masih banyak figur yang pantas memimpin NU kedepan. Diantaranya Agil Siraj, Mustafa Bisri atau Ali Maschan Musa.

(774 views)
Tag: