Haji Di Tengah Ancaman Virus Flu Babi

Kurang lebih 3 bulan lagi, umat muslim di seluruh pelosok negeri ini, akan melaksanakan ibadah haji. Sebagai rangkaian dari Rukun Islam yang ke lima, haji diwajibkan bagi setiap muslim yang mampu. Hanya saja persoalannya, musim haji untuk tahun ini diwarnai dengan kekhawatiran mewabahnya virus flu babi di seluruh pelosok dunia. Terkait persoalan ini bagaimana sikap Departemen Agama sebagai pelaksana haji? Kemudian, bagaimana pula tindakan Dinas Kesehatan Jember untuk mengantisipasi mewabahnya flu babi?

Virus flu babi atau biasa disebut A H1N1 pertama kali muncul di Meksiko, penyebarannya pun tergolong cepat, sebab penularannya melalui manusia. Berdasarkan data yang berhasil dikumpulkan KISS FM, kawasan timur tengah merupakan salah satu wilayah, yang diserang virus flu babi. Bahkan, Pemerintah Arab Saudi melansir jumlah keseluruhan pasien yang positif terinfeksi H1N1 di Kerajaan Arab Saudi sebanyak 35 orang.

Menurut Humas Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Yumarlis semenjak virus ini menyeruak ke permukaan, pihaknya sudah melakukan antisipasi. Terutama bagi masyarakat yang baru datang dari luar negeri. Dinkes kata Yumarlis, tidak ingin kecolongan virus H1N1 ini masuk ke Jember. Pihaknya sudah mengistruksikan unit di bawah, baik rumah sakit maupun puskesmas untuk bertindak cepat, apabila menemukan tanda-tanda gejala flu babi.

Terkait dengan persiapan haji, Dinas Kesehatan Jember menurut Yumarlis, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait, untuk melakukan antisipasi sedini mungkin. Misalkan, menyarankan Calon Jamaah Haji (CJH) untuk melakukan imunisasi influensa sebelum berangkat menunaikan ibadah haji.

Yumarlis juga menghimbau masyarakat, agar selalu menjaga kebersihan lingkungan. Yumarlis yakin, jika ini dilakukan sejak dini, maka akan tercipta lingkungan yang sehat.

Sementara itu, Kasi Haji Dan Umroh Departemen Agama Jember, M Muslih menuturkan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan dinkes terkait dengan kesehatan CJH. Muslih menambahkan, pada rapat koordinasi tersebut juga disinggung persoalan merebaknya virus flu babi. Sebenarnya kata dia, dampak virus flu babi tidak terlalu parah jika dibandingkan dengan flu burung.

Hanya saja lanjut muslih, pemerintah tetap berupaya mengidentifikasi kesehatan CJH, agar pada saat sebelum berangkat keadaan mereka tetap bisa terpantau. Lebih lanjut Muslih menjelaskan, mengenai keberadaan CJH yang masuk dalam kategori resiko tinggi, pihaknya tetap tidak bisa menunda keberangkatannya. Hanya saja kata dia, pihaknya tetap akan memberikan pantauan khusus kepada CJH yang risti.

Muslih berharap kepada seluruh CJH Jember, agar tidak terlalu khawatir terhadap maraknya virus flu babi. Sebab menurutnya, jika CJH terlalu khawatir, ini akan berdampak pada keberadaan psikologi mereka.

(825 views)
Tag: