Sudah Maksimalkah Persiapan Pilpres?

Sesuai dengan jadwal KPU Pusat pemilu presiden resmi akan digelar besok pagi. Untuk kedua kalinya, masyarakat dituntut untuk jeli memilih langsung siapa calon pemimpin bangsa ini. Jika masyarakat salah memilih, masa depan bangsa ini akan menjadi taruhannya. Pertanyaannya sekarang, bagaimana kesiapan KPU sebagai pelaksana pemilu? Lalu, bagaimana pula kesiapan panwas jelang 1 hari pelaksanaan pemilu?

Persoalan besar Pilpres kali ini sepertinya tidak jauh berbeda dengan pilleg lalu, sebab, Daftar Pemilih Tetap (DPT) masih saja menjadi sorotan utama beberapa partai politik pengusung capres dan cawapres. Anggota KPU Kabupaten Jember, Gogot Cahyo Baskoro mengatakan, pihaknya optimis pelaksanaan pilpres akan berjalan dengan lancar dan fair. Sebab, sejauh ini persiapan pilpres di jember sudah rampung mulai dari kesiapan pelaksana KPU di bawah, seprti PPK dan PPS, hingga logistik pilpres

Mengenai kisruh DPT yang beberapa hari terakhir mencuat, menurut Gogot, Daftar Pemilih Tetap Di Jember sejauh ini tidak ada persoalan, sebab semua tahapan pemutakhiran DPT yang diatur dalam undang-undang dan sudah dilakukan oleh KPU. Gogot menambahkan, KPU Kabupaten Jember yakin angka partisipasi masyarakat pada pilpres semakin meningkat. Dilihat dari cara pemberian suaranya saja sangat mudah, apalagi, calon yang akan bertarung hanya ada tiga pasangan. KPU Kabupaten Jember menargetkan angka tingkat partisipasi masyarakat pada pilpres menjadi 70 persen.

Sementara itu Ketua Panwaslu Kabupaten Jember, Agung Purwanto menjelaskan, pada prinsipnya jajaran panwas mulai dari kabupaten sampai lapangan, siap akan memantau perjalanan pilpres besok pagi. Panwaslu Kabupaten Jember lanjut Agung, telah menginstruksikan Panwas di bawah untuk segera melaporkan kepada pihaknya, apabila di lapangan menemukan adanya kecurangan pada saat proses pemungutan suara.

Hanya saja kata Agung, pihaknya kawatir terhadap kesiapan KPPS, mengingat MK membuat keputusan mendadak dengan memberlakukan KTP sebagai Kartu Pemilih. apalagi surat suara cadangan jumlahnya hanya sedikit.

Celakanya lagi, hingga kemarin tidak semua PPS belum menyerahkan DPT kepada panwas lapangan. Padahal lanjut Agung, sesuai dengan undang-undang, KPU harus menyerahkan salinan DPT kepada Panwas. Agung menyayangkan sikap KPU Kabupaten Jember yang terkesan kurang kooperatif, padahal kata dia jika pelaksanaan pilpres ingin berjalan dengan lancer, seharusnya KPU harus mampu bekerja sama dengan semua pihak.

Di tempat terpisah, Akademisi Fakultas Fisip Universitas Jember, Ahmad Habibullah mengatakan, meski MK mengeluarkan keputusan KTP bisa digunakan untuk memilih, dirinya masih pesimis tingkat partisipasi masyarakat pada pilpres akan semakin meningkat. Apalagi kata Habib, putusan tersebut sangat mendadak dan belum tersosialisasikan secara maksimal kepada masyarakat. Hanya saja menurutnya, putusan ini mengurangi suhu politik yang beberapa waktu lalu sempat memanas.

Meski demikian lanjut Habib, dirinya tetap optimis pilpres akan berjalan dengan lancer, meski disana sini masih saja terdapat kekurangan. Habib berharap, untuk pelaksanaan pemilu mendatang, persoalan Daftar Pemilih Tetap tidak muncul lagi, KPU sebagai pelaksana pemilu mau tidak mau harus segera berbenah agar perjalanan Pesta Demokrasi 5 tahun mendatang bisa berjalan dengan lancer.

(709 views)
Tag: