Keputusan Pemerintah Menghentikan Pengiriman TKI Sebagai Pembantu Rumah Tangga ke Malaysia Tidak Pengaruhi Jumlah Pemohon Pasport

Keputusan pemerintah menghentikan pengiriman TKI sebagai pembantu rumah tangga ke Malaysia, ternyata tidak mempengaruhi jumlah waga yang mengajukan pasport di kantor imigrasi Jember. Kantor imigrasi sendiri tidak bisa mencekal, karena sejauh ini belum ada instruksi dari pusat.

Kepala kantor imigrasi Jember Jon Rais mengatakan, 3 minggu terakhir memang terjadi penurunan jumlah pemohon passport. Tapi penurunan itu terkait pemilu presiden, bukan penghentian pengiriman TKI ke Malaysia. Rais mengakui sejak 26 Juni lalu Disnaker sudah tidak mengirimkan rekomendasi ke Malaysia. Hanya yang banyak ke Singapore, Brunei dan Philipine.

Meski sudah mendengar keputusan pemerintah menghentikan pengiriman TKI ke Malaysia, Rais mengaku tetap akan mengeluarkan pasport tujuan Malaysia, sebelum ada instruksi dari pusat. Sebab kewenangan migrasi hanya menerbitkan passport, sementara untuk pemberangkatan TKI menjadi kewenangan PJTKI dan Disnaker.

Sementara Lila, salah satu warga Lumajang mengatakan, dirinya mengurus pasport atas inisiatif sendiri. Meski ada peristiwa penganiayaan terhadap TKI di Malaysia, Lila tetap bersikukuh akan berangkat ke Malaysia untuk bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Hanya saja karena saat ini ada larangan dari pemerintah, Lila akan berangkat menunggu keputusan selanjutnya. Yang penting lanjut Lila, dokumen lengkap sudah dipegangnya, sehingga kapanpun diberangkatkan dirinya sudah siap.

(885 views)
Tags: