Menurunnya Angka Kelulusan Siswa SMA Di Jember

Tanggal 14 Juni lalu hasil Ujian Nasional untuk Sekolah Menengah Atas atau sederajat di diumukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Setidaknya ada sekitar 15 ribu lebih siswa SMA sederajat di Provinsi Jawa Timur, dinyatakan tidak lulus ujian nasional. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, jumlah tersebut meningkat tajam. Siswa yang tidak lulus pada tahun 2008 hanya 5074 orang. Jadi sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana tingkat kelulusan di Kabupaten Jember? Akankah angka kelulusan di Jember semakin meningkat dibandingkan dengan tahun lalu? Lalu, bagaimana komentar pengamat pendidikan terkait dengan angka kelulusan siswa SMA di Jember?

Angka kelulusan siswa SMA di Kabupaten Jember mencapai 95 Persen. Hanya saja angka ini menurun dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 97 Persen. Demikian Ungkapan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Ahmad Sudiyono. Menurutnya, Dispendik merasa bersyukur karena meskipun standar kelulusan naik menjadi 5,5, angka kelulusan SMA di Jember masih bisa mencapai 95 persen. Itu artinya kata dia, semua elemen pendidikan mulai dari kepala sekolah, guru dan orang tua sudah berusaha memberikan yang terbaik kepada putra didiknya.

Ahmad menambahkan, angka ketidaklulusan siswa terbanyak di sekolah swasta, entah itu SMA, SMK atapun MA. Meski demikian menurutnya, dispendik akan langsung mengambil langkah dengan mengikutkan mereka ujian kesetaraan atau Paket C. Kabupaten Jember tidak akan ikut ujian ulang seperti yang terjadi di beberapa daerah.

Hal ini didasarkan sambung Ahmad, pada surat Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) yang menyebutkan pengulangan ujian ada dua macam. Pertama pengulangan dengan ujian kembali, lalu pengulangan dengan Kesetaraan Paket C. Ijazahnya pun sama-sama diakui untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Lebih lanjut Ahmad menjelaskan, ujian nasional bisa diulang apabila dalam pelaksanaan ujian terdapat kesalahan fatal. Seperti kesalahan pemberian soal, maksudnya ujian nasional SMP diberi soal untuk SMA. Selama tidak ada kesalahan dalam ujian nasional kata dia, seharusnya tidak ada pengulangan ujian. Jika ada pengulangan ujian tanpa didasari alasan yang jelas, hal ini akan menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Jember, Sujatmiko menyayangkan tingkat kelulusan ujian nasional untuk SMA menurun dibandingkan dengan tahun lalu. Kata dia, seharusnya dinas pendidikan minimal mempertahankan prestasi tahun lalu, bahkan harus meningkatkannya.

Hanya saja kata Sujatmiko, dirinya tidak setuju jika hasil tersebut dibuat kesimpulan, bahwa kualitas pendidikan di kota tembakau semakin tahun semakin menurun. Sujatmiko menambahkan, dirinya juga tidak habis pikir mengapa tingkat kelulusan semakin menurun. Padahal kata dia, dari sisi anggaran untuk Dunia Pendidikan Jember termasuk didalamnya gaji guru sudah mencapai 40 persen.

Sujatmiko menambahkan, atas hasil ini DPRD Jember akan mengevaluasi kinerja dinas pendidikan, setidaknya ini akan menjadi bahan perbaikan untuk di masa yang akan dating. Sebab DPRD Jember tidak ingin angka kelulusan semakin tahun semakin menurun.

Di tempat terpisah, Koordinator Paguyuban Orang Tua Dan Komite Sekolah Jember, Hakman Tumanggor menjelaskan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada dispendik. Sebab, setelah pihaknya mendesak Dispendik Jember untuk mengkroscek ulang hasil pengumuman kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, ternyata hasilnya berubah.

Jika lanjut Tumanggor, pada awalnya jumlah siswa yang tidak lulus mencapai 710, ternyata setelah melakukan kroscek ulang angka tersebut menurun menjadi 626, atau berkurang sekitar 80 orang. Meski mengalami penurunan dari angka sebelumnya, dirinya tetap merasa khawatir. Sebab kata dia, 600 siswa lebih yang tidak lulus ujian ternyata tersebar di sekolah swasta. Maka mau tidak mau, kedepan Dinas Pendidikan Jember, harus lebih memperhatikan keberadaan sekolah swasta.

Lebih lanjut Tumanggor menjelaskan, melihat banyaknya siswa yang tidak lulus, pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Menteri Pendidikan Nasional. Yang isinya meminta agar Di Kabupaten Jember digelar ujian ulang seperti di daerah Ngawi Dan Madiun.

(1,468 views)

Tags: