Kadinkes Bantah Jember Endemik Flu Babi

Setelah santer diberitakan di beberapa media massa bahwa Jember endemik flu babi, kepala dinas kesehatan Jember dr. Olong Fajri Maulana angkat bicara. Olong membantah di Jember ada ataupun pernah ada penderita flu babi.

Menurut Olong tidak semua flu yang disebabkan virus H1N1 masuk kategori flu babi atau yang saat ini di kenal flu baru. Flu babi atau H1N1 Mexican Strain, baru ditemukan awal 2009 lalu di Mexico. Sehingga tidak mungkin di Jember tahun 2006 atau 2007 lalu sudah ada flu babi. Meski demikian Olong mengakui tahun 2007 lalu ada 6 orang pasien terinveksi virus H1N1. Memang tidak diumumkan ke publik karena H1N1 yang di derita warga Jember ini sama sekali tidak berbahaya.

Sejak awal Mei lalu lanjut Olong, dinas kesehatan Jember sudah mengambil langkah, dengan memerintahkan seluruh puskesmas memantau jika di sekitarnya ada tamu dari luar negeri minimal selama masa inkubasi atau sekitar 1 sampai 7 hari. Khususnya tamu dari Amerika, Meksiko, Kanada, New Zealand, Israel, Spanyol, Jerman, Austria dan Inggris. Sebab sesuai edaran badan kesehatan dunia (WH0) 7 negara ini merupakan tempat endemis flu babi.

Dalam pelaksanaannya ada peran serta kepala desa dan camat yang selalu menginformasikan masuknya orang asing ke daerah masing-masing. Karena gejala flu babi sama seperti flu biasa, jika ada orang asing dari ketujuh negara tersebut terserang flu, puskesmas wajib langsung merujuknya ke RSUD dr. Subandi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Lebih jauh Olong menerangkan, sebenarnya masyarakat tidak perlu panik dengan adanya penyakit flu babi. Sebab dari hasil penelitian, dibanding flu burung flu babi relatif lebih ringan. Jika flu burung angka kematian mencapai 80 persen, untuk flu babi hanya 4 persen. Artinya flu burung 40 kali lebih berbahaya di banding flu babi.

Depkes sendiri sudah memerintahkan gubernur dan kepala daerah memberikan anggaran khusus untuk mengantisipasi wabah flu babi. Dan untuk Jember sejauh ini RSUD dr. Subandi sudah siap jika sewaktu-waktu ada pasien flu babi. Mulai dari tenaga medis, hingga peralatan sudah memenuhi standar sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Jawa Timur bagian timur.

(870 views)
Tags: