Dampak Belum Diserahkannya Nama Tim Kampanye Capres Dan Cawapres.

Meski  pelaksanaan Pemilu Presiden masih jauh, namun hingar bingarnya sudah mulai terasa. Hal ini terlihat dari perang iklan capres dan cawapres yang sudah bermunculan. Tidak hanya itu, Di Jember saja kaca belakang angkutan umum sudah mulai dihiasi dengan wajah Capres Dan Cawapres. Hanya saja yang menjadi persoalan, meski sudah memasuki hari kedua masa kampanye, belum satupun partai politik pengusung capres di jember, menyerahkan nama tim sukses di tingkat kabupaten. Jika memang demikian persoalannya, sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, apa yang menyebabkan parpol pengusung capres cawapres belum menyerahkan nama tim sukses? Lalu, bagaimana sikap KPU Kabupaten Jember terkait persoalan ini?

 

Menurut salah satu anggota KPU Kabupaten Jember Hannan Kukuh Ratmono. Berdasarkan jadwal dari Komisi Pemilihan Umum Pusat, masa kampanye Pemilu Presiden dimulai sejak tanggal 2 Juni sampai 4 Juli.  Jadi, seharusnya parpol pengusung calon sudah mendaftarkan ke KPU sehari sebelum batas pelaksanaan masa kampanye. sehingga KPU bisa mengetahui siapa saja tim sukses dari masing-masing capres.

 

Hannan menambahkan, jika dilihat dari aturan memang tidak ada sangsi tegas yang mengatur. Hanya saja, jika parpol tidak segera menyetor nama tim kampanye capres, maka pada saat pelaksanaan kampanye terbuka, tim sukses dari pasangan capres dan cawapres tidak akan bisa menggelar kampanye terbuka.

 

Meski demikian sambung Hannan, KPU Kabupaten Jember bersikap pro aktif untuk mengatasi persoalan ini. Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan parpol pengusung, dan meminta untuk segera menyerahkan nama tim sukses. Hanan juga menyayangkan tidak tertibnya tim sukses pasangan capres cawapres di daerah. Padahal sebagai pembelajaran bepolitik, urusan yang bersifat administratif seperti inipun seharusnya dipatuhi. Karena penyerahan daftar nama tim sukses merupakan salah satu tahapan dalam pilpres.

 

Menanggapi hal ini, Humas Tim Sukses Pasangan Megawati Soekarno Putri-Prabowo Subianto (Mega-Pro), Lukman Winarno mengatakan, sebenarnya untuk Tim Sukses Mega-Pro di tingkatan kabupaten sudah terbentuk. Hanya saja lanjut Lukman, sejauh ini pihaknya masih menunggu surat keputusan dari tim sukses nasional di tingkatan pusat untuk legalitas tim di kabupaten. Meski belum menyerahkan nama tim sukses, sejauh ini Tim Mega Pro sudah mulai bergerak di tingkatan bawah.

 

Lukman menambahkan, untuk pemilu presiden pihaknya menargetkan pasangan Mega Pro memperoleh 30 persen lebih, apalagi kata dia pihaknya sudah mempunyai modal 22 persen, dari perolehan suara PDIP dan Gerindra yang masing-masing 16 dan 6 %.

 

Senada dengan Lukman, Wakil Sekretaris DPC Partai Demokrat Jember, Totok Sumianta mengatakan, sejauh ini tim sukses SBY Boediono sudah dibentuk, hanya saja menurutnya pihaknya masih melakukan koordinasi dengan tim kampanye nasional. Totok berjanji, dalam waktu dekat partainya akan segera mendatangi kpu, untuk menyerahkan nama tim kampanye SBY boediono.

 

Totok menambahkan, pada pilpres mendatang pihaknya menargetkan perolehan suara SBY akan mencapai 35 persen lebih. Dirinya yakin, pemilu sekarang tidak akan sampai memasuki putaran kedua, sebab sosok SBY masih sangat sulit dikalahkan. Apalagi kata dia, semua program yang dibuat pada masa pemerintahan SBY semuanya langsung menyentuh kepada rakyat. Semisal, Bantuan Langsung Tunai dan batuan beras miskin.

(760 views)
Tags: