Angka Golput Dalam Pilpres Diprediksi Meningkat

Tingkat partisipasi masyarakat pada pemilu presiden mendatang diprediksi akan lebih rendah di banding tingkat partisipasi masyarakat pada pileg lalu. Faktor kedekatan calon yang akan bertarung dalam pemilihan, menjadi faktor utama tingginya angka golput.

Anggota KPUD Jember Mohammad Eksan mengatakan, mengaca pada pemilu sebelumnya pemilu legislatif 2004 lalu tingkat partisipasi masyarakat di kabupaten Jember sekitar 85 persen. Angka ini menurun pada pilpres putaran pertama yang hanya mencapai 77 persen. Dan pemilu presiden putaran kedua angka golput semakin tinggi, dengan tingkat partisipasi hanya mencapai 73 persen.

Eksan mengatakan, tetapi tingkat partisipasi masyarakat kembali meningkat pada pemilihan bupati 2005 lalu. Sementara pada pilgub putaran pertama angka golput kembali meningkat hingga mencapai 50 persen, dan putaran kedua naik lagi menjadi 52 persen.

Menurut Eksan, penurunan tingkat partisipasi ini berbanding lurus dengan kedekatan calon dan jumlah pilihan yang ada. Jika calon yang dipilih relatif tidak dikenal secara dekat, biasanya masyarakat semakin malas untuk datang ke TPS. Hal ini lanjut Eksan, akan semakin diperparah dengan sedikitnya calon yang bertarung. Harus diakui semakin banyak calon berarti akan semakin banyak pula mesin politik yang bergerak untuk mengajak masyarakat memilih.

Sehingga dengan hanya ada 3 calon dalam pilpres nanti, semakin sedikit pula mesin politik yang bergerak untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Untuk memperkecil angka golput tersebut Eksan mengaku tengah menyiapkan sejumlah langkah sosialisasi. Salah satunya dengan menggandeng mahasiswa dalam menyosialisasikan pilpres mendatang.

(1.025 views)
Tag: