Ratusan Warga Pace Hadang Pick-up Pengangkut Mangan

Ratusan warga dusun Curah Ungkal kecamatan Silo, Rabu malam menghadang sebuah mobil pick-up bermuatan batu mangan. Nyaris terjadi bentrok antara masyarakat pendukung dan yang menolak aktifitas petambangan. Untungnya bentrok berhasil digagalkan aparat desa dan petugas polsek Sempolan yang datang di lokasi kejadian.

Mohammad Khusnul salah satu warga Cungkal Ungkal Yang juga berada dilokasi menceritakan, peristiwa ini bermula ketika masyarakat sedang menggelar pembubaran panitia pengajian, mendapat informasi ada sebuah mobil yang akan turun bermuatan mangan. Padahal DPRD dan Disperindag memutuskan untuk menghentikan semua aktifitas penambangan untuk sementara sampai ada kesepakatan.

Warga yang selama ini menolak petambangan langsung melakukan penghadangan. Ketika melakukan penghadangan ini warga sempat mengambil salah satu sample mangan dari mobil tersebut. Sayangnya sopir mobil berhasil kabur dengan memanfaatkan kondisi ricuh antara masyarakat yang pro dan kontra.

Kapolsek Sempolan IPTU Zaenuri menuturkan, dari hasil penyelidikan sementara diduga mangan diambil dari areal tambang milik CV. Wahyu Sejahtera di perkebunan Curah Mas. Terbukti ketika di cek di lokasi, ada bekas jejak roda mobil yang masih baru dan sisa mangan yang saat ini diamankan pihak perkebunan.

Keterangan para saksi di TKP menyebutkan, bahwa pegemudi pick-up berinisial MS warga setempat. Sayangnya ktika didatangi di rumahnya, MS sudah kabur. Sementara mobil pengangkut diamankan dari rumah pemiliknya berinisial EK. Saat ini polisi masih masih memeriksa satu orang saksi.

Polisi sendiri mengaku masih belum tahu tindak lanjut persoalan ini. Bisa diarahkan ke kasus kriminal pencurian jika MS melakukan penggalian dan pengangkutan tanpa ada perintah CV. Wahyu Sejahtera sebagai pemegang ijin. Namun jika memang ada ijin, polisi tidak bias melanjutkan proses hokum, karena tidak ada persoalan hokum yang dilanggar.

(1.339 views)
Tag: