Ketua DPRD Jember diduga Lakukan Money Politik Untuk Menduduki Jabatan Ketua PCNU

Menjelang konfercab NU Jember 7 Juni mendatang, bursa kandidat calon ketua tanfidz PCNU Jember kian memanas. Salah satu kandidat HM Madini Farouq yang saat ini juga menjabat ketua DPRD Jember, diduga memberikan janji memberikan dana Jasmas kepada MWC NU untuk meloloskan dirinya sebagai ketua tanfidz PCNU Jember.

Sekretaris MWC NU Kaliwates Achmad Rifa’i menuturkan, Gus Mamak beberapa waktu lalu mengundang MWC, dan menjanjikan akan diberi dana jasmas sebesar 10 sampai 20 juta tiap MWC. Rifa’i menduga ini adalah upaya gus mamak untuk memuluskan jalannya menduduki kursi ketua tanfidz PCNU Jember.

Rifa’i juga mengaku sudah meminta tausiyah dari beberapa sesepuh NU di Jember, termasuk KH. Khotib Umar. Kyai Khotib lanjut Rifa’I, tidak hanya memberikan kriteria calon pemimpin yang harus dipilih. Tetapi sudah menyebut nama KH. Abdulah Samsul Arifin sebagai kandidat ketua tanfid, dan KH. Muhyidin Abdushomad sebagai ketua syuriah PCNU Jember yang ideal.

Salah satu sesepuh NU yang lain KH. Saiful Rizal atau Gus Syef mengakui, ada beberapa MWC mengatakan hal yang sama. Menurut Gus Syef, prilaku calon ketua PCNU yang seperti ini yang akan menghancurkan NU. Ada sekelompok orang yang dengan sengaja ingin membelokkan NU untuk kepentingan pribadi.

Seperti pesan KH. Ahmad Sidiq lanjut Gus Syef, NU harus dibawa untuk mengedepankan kebaikan bagi umatnya bukan untuk kepentingan politik. Untuk itu Gus Syef berpesan kepada seluruh MWC dan ranting yang memiliki hak suara dalam konfercab agar jangan larut dalam nuansa politik.

Sementara Gus Mamak ketika dikonfirmasi membantah mencoba menyuap MWC untuk mendukungnya. Mamak mengaku sejauh ini dirinya belum memutuskan akan maju atau tidak dalam bursa calon ketua PCNU. Meski sudah ada beberapa MWC dan sedikitnya 13 kyai memintanya untuk maju.

Gus mamak mengakui telah mengundang seluruh MWC di Jember dan Kencong. Mamak mencoba mengganggarkan bantuan untuk MWC dengan melibatkan seluruh kader NU di parlemen. Tapi pertemuan itu jauh sebelum ada wacana konfercab. Bahkan cairnyapun diperkirakan setelah konfercab. Jika memang bertujuan untuk konfercab menurut Mamak, untuk apa 5 MWC di Kencong juga diundang. Padahal 5 MWC tersebut tidak masuk PCNU Jember. Jika tahun lalu PCNU Jember sudah dibantu 600 juta untuk pembagunan gedung bhaladika, tahun ini giliran MWC yang akan diberi bantuan.

Sementara wakil ketua PCNU Jember Alfan Jamil menerangkan, dalam aturan organisasi memang tidak ada sangsi bagi kader yang melakukan kecurangan. Tetapi ada sangsi moral yang menurut Alfan jauh lebih berat dibanding sangsi administrasi.

(939 views)
Tag: