Keterwakilan Perempuan Di Kursi Legislatif

Sabtu lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember, telah menetapkan hasil Pemilu Di Jember. Yang menarik adalah, jika pada pemilu lalu wakil rakyat dari kaum perempuan hanya 1 orang, maka pada untuk Periode 2009-2014 wakil rakyat dari kaum perempuan bertambah menjadi 8 orang. Nah sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, Bagaimana tanggapan aktifis pemerhati perempuan terhadap bertambahnya wakil rakyat dari kaum perempuan? Lalu, akankah keberpihakan terhadap perempuan lebih besar?

Dari 45 Anggota DPRD Jember Periode 2004-2009, wakil rakyat dari kaum perempuan hanya 1 orang. Namun seiring berjalannya waktu, wakil perempuan bertambah menjadi 3 orang itupun dihasilkan dari Pergantian Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Jember dari Partai Demokrat.

Menurut Anggota KPU Kabupaten Jember, Ketty Tri Setyorini pada Pemilu Legislatif 2009 ada perkembangan yang luar biasa khusus untuk wakil rakyat dari kaum perempuan. Perkembangan ini tidak terlepas dari putusan Mahkamah Konstitusi. Kemudian lanjut Ketty, ternyata pemilih sudah bisa menilai secara objektifb bahwa perempuan juga bisa berperan di legislative, sehingga mereka lebih memilih untuk mengamanahkan kepada perempuan.

Ketty menambahkan, dengan bertambahnya wakil rakyat dari perempuan, dirinya berharap agar mereka dapat mementingkan untuk menyuarakan kepentingan perempuan, serta mampu berkompetisi dengan kaum laki-laki.

Sementara itu, aktifis Koalisi Perempuan Indonesia, KPI Wilayah Jawa Timur, Alfianda Mariawati menuturkan, dirinya menyambut baik terkait dengan bertambahnya kaum perempuan sebagai wakil rakyat. Setidaknya kata Alfi panggilan akrab Alfianda Mariawati, dengan bertambahnya Perempuan di Legislatif, kepentingan perempuan akan lebih bisa disuarakan dengan maksimal. Terutama persoalan kekerasan terhadap perempuan, kemudian kasus Traficking yang menimpa perempuan. Alfi berharap, kepada wakil perempuan yang duduk di legislative, agar kedepan dapat menjalin kerjasama yang baik dengan kelompok-kelompok peduli perempuan.

Lebih lanjut Alfi menjelaskan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh wakil rakyat perempuan. Seperti pendampingan terhadap kaum perempuan yang selalu menjadi kaum termaginalkan, kemudian mensosialisasikan kepada masyarakat terhadap kesetaraan peran perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

Senada dengan Alfi, Anggota Komisi B DPRD Jember, Jufriyadi mengatakan meski belum memenuhi kuota 30 persen, namun dengan bertambahnya wakil rakyat dari perempuan, menandakan bahwa kepercayaan Masyarakat Jember, terhadap perempuan untuk berperan di legislatif sudah mulai besar.

Jufriyadi menambahkan, dirinya yakin dengan bertambahnya perempuan di kursi DPRD Jember akan dapat mewarnai kebijakan di tingkatan legislative. Terutama persoalan-persoalan yang berkaitan dengan masalah perempuan.

Lebih lanjut Jufriyadi menjelaskan, bukan berarti selama ini kursi DPRD Jember yang didominasi oleh kaum laki-laki, tidak memperjuangkan kepentingan perempuan. Namun menurutnya, akan lebih maksimal jika di kursi legislatif banyak wakil dari perempuan.

Jufriyadi berharap, wakil rakyat dari kaum perempuan akan bertambah pada pemilu-pemilu mendatang, sebab dirinya yakin Pemilu 2009 adalah titik tolak kebangkitan kaum perempuan untuk berperan di kursi legislative.

(806 views)
Tags: