Mencermati Kritik Ketua PBNU Terhadap PKB

Kemarin Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Hasyim Muzadi, saat melakukan silaturrahim di Pondok Pesantren Al Qodiri, menyatakan jika Partai Kebangkitan Bangsa tidak segera berbenah, maka pada Pemilu 2014 mendatang, dirinya yakin PKB tidak akan memperoleh suara yang cukup signifikan atau bahkan PKB akan mengalami kehancuran. Jika memang demikian persoalannya, sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apa yang melatar belakangi KH Hasyim Muzadi melontarkan kritik terhadap PKB? Kemudian, bagaimana tanggapan pengurus DPC PKB Jember terhadap kritik ketua PBNU tersebut? 

 

Jika dibandingkan dengan perolehan suara pada Pemilu 2004 lalu, suara PKB di Jember mengalami penurunan yang sangat signifikan. Jika sebelumnya PKB memperoleh 17 kursi di DPRD Jember, pada Pemilu 2009 PKB hanya memperoleh 6 kursi. Menurut Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi pada Pemilu 2014 mendatang, PKB mendapat tantangan besar. Sebab, jika tidak segera berbenah maka PKB aka semakin ditinggalkan oleh partai-partai lain.

 

Hasyim menambahkan, dirinnya melihat selama ini PKB masih terjebak dalam konflik internal, sehingga hal ini berpengaruh terhadap perolehan suaranya, baik itu di pusat maupun di daerah. Meski demikian lanjut Hasyim, pihaknya akan tetap memberi masukan kepada PKB untuk terus melakukan pembenahan, meski hingga hari ini konflik tersebut masih mendera. Karena bagaimanapun menurutnya, PKB merupakan salah satu partai basis Warga Nahdliyin.

 

Lebih lanjut Hasyim menjelaskan, menurunnya suara partai politik yang berbasis NU, memunculkan desakan kepada PBNU untuk segera memfasilitasi, agar warga NU bisa bersatu ke dalam satu partai politik.

 

Menanngapi kritik tajam Ketua Umum PBNU, Sekretaris Dewan Tanfidz DPC PKB Jember, Ayub Junaidi mengatakan partainya merasa berterima kasih kepada KH Hasyim Muzadi. Kritik tersebut merupakan bentuk perhatian dari PBNU kepada PKB. Sebab lanjut Ayub, PKB adalah satu-satunya partai politik yang dilahirkan dari rahim NU.

 

Ayub menambahkan, dirinya tidak bisa menutup mata penurunan perolehan suara PKB di Jember, tidak terlepas dari konflik berkepanjangan antara Gus Dur sebagai Ketua Dewan Syuro dengan Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Dewan Tanfidz. Meski demikian lanjut Ayub, PKB sudah melakukan evaluasi terkait merosotnya suara PKB Di Jember. Dirinya yakin pada Pemilu 2014 mendatang, PKB akan kembali mendapat suara yang signifikan.

 

Ayub berharap, khususnya kepada pengurus DPP PKB untuk segera menyudahi konflik internal, daripada terjebak mengurusi konflik internal, lebih baik PKB fokus terhadap Pilpres dan Pemilu Legislatif mendatang.

 

Senada dengan Ayub, Wakil Ketua DPC PKB Jember, Ahmad Halim mengatakan, menurunnya suara PKB baik di pusat, provinsi, maupun di daerah tidak terlepas dari konflik antara Gus Dur dengan Muhaimin. Meski lanjut Halim, di DPC PKB Jember tidak terjadi konflik, namun tetap saja terkena imbas dari konflik di tingkatan pusat. Buktinya, perolehan kursi legislatif PKB Jember merosot tajam.

 

Halim menambahkan, sejauh ini partainya terus melakukan evaluasi. Agar pada pemilu mendatang, PKB mampu kembali meyakinkan konstituen bahwa PKB masih eksis dan tetap istiqomah membela rakyat.

(663 views)
Tags: