RSUD Subandi Kerepotan Menyimpan Jenasah Warga Malaysia Yang Tewas Bunuh Diri Di Sumberbaru

Hingga sepekan belum ada kejelasan kapan jenasah Chee Lion Fat, warga Malaysia yang tewas bunuh diri di Sumberbaru dikirim ke negara asalnya. Akibatnya pihak RSUD Subandi terpaksa memindah jenasah korban 3 hari sekali, karena usia mesin pendingan sudah tidak memungkinkan.

Kepala instalasi kamar jenasah RSUD Subandi Edi Matnoyo menerangkan, mesin pendingin yang dimiliki RSUD Subandi sudah berusia cukup tua. Jika terus disimpan di satu mesin pendingin, dikhawatirkan akan rusak. Karena itu setiap 3 hari sekali dirinya memindahkan jenasah korban ke mesin lain, sehingga mesin pendingin bekerja bergantian.

Edi juga mengaku sudah beberapa kali menghubungi kasat reskrim polres Jember AKP Holilur Rohman, untuk menanyakan kejelasan jenasah. Sebab aturannya dalam waktu 3 hari jika tidak ada keluarga yang mengambil, pihak rumah sakit akan menguburkan jenasah di pemakaman kreongan. Namun kasat reskrim hanya menjawab masih akan menghubungi lagi konsulat jendral Malaysia.

Diberitakan sebelumnya, Chee Lion Fat warga negara Malaysia yang menikah dengan Haliyah warga desa Karang Bayat Sumberbaru, tewas dengan 21 luka tusukan. Menurut polisi, korban tewas dengan menusukkan pisau dapur ketubuhnya sendiri, setelah membunuh Haliyah istrinya dengan 14 tusukan. Diduga Chee Lion Fat nekat membunuh istrinya, karena istrinya selalu menolak untuk diajak pulang ke Malaysia.

(993 views)
Tag: