18 Pengurus Kecamatan Minta Ketua DPD Golkar Pertanggung Jawabkan Penggunaan Anggaran Pileg Senilai 822 Juta Rupiah

Sedikitnya 18 pengurus kecamatan Partai Golkar mendesak pengurus DPD Golkar Jember mempertanggung jawabkan penggunaan dana pemilu dan keuangan partai selama 3 tahun terakhir. Bahkan karena merasa selama ini terjadi kebuntuan komunikasi, ke 18 PK ini mengirimkan surat pengaduan ke DPD propinsi dan DPP Partai Golkar.

Wakil ketua DPD Golkar Jember Sujatmiko menerangkan, selama ini meski sebagai pengurus dirinya tidak pernah diajak berembuk oleh ketua dalam setiap pengambilan keputusan. Rapat-rapat memang pernah dilakukan tetapi hanya dengan orang-orang tertentu saja. Lemahnya koordinasi inilah yang menyebabkan Golkar gagal dalam pilgub dan pileg lalu.

Permasalahan ini muncul lanjut Sujatmiko, sebenarnya akibat akumulasi tidak transparannya penggunaan anggaran partai dan dana pemilu oleh DPD Golkar Jember. Bukan hanya terkait pileg, sejak pilgub lalu penggunaan anggaran juga tidak transparan. Untuk pileg saja DPD Golkar Jember mendapat bantuan dari pusat sebesar 822 juta yang ditransfer dalam 3 termin. Namun untuk honor saksi saja masih belum dibayar penuh.

Anggota dewan penasehat DPD Golkar Jember Niti Suroto, mengaku sudah sejak lama melihat ketimpangan dalam kepengurusan DPD Golkar Jember. Niti juga mengaku berkali-kali menyarankan agar pengurus DPD melakukan rapat pleno ataupun rapat harian, dengan melibatkan seluruh PK.

Namun sampai saat ini saran tersebut tidak pernah diindahkan. Bahkan Niti mengaku tidak pernah melihat DPD mengelar pertemuan untuk membahas keuangan partai sejak 3 tahun terakhir.

Sementara ketua DPD Golkar Yatit Budiharto ketika dikonfirmasi pertelfon menerangkan, seharusnya PK bertanya langsung kepadanya. Karena dalam aturan partai, dirinya tidak berkewajiban memberikan laporan kepada PK, tetapi langsung ke DPD propinsi dan DPP//

Meski demikian Yantit menyatakan siap mempertanggung jawabkan semua penggunaan keuangan partai. Namun penurunan suara golkar menurut Yantit bukan hanya terjadi di Jember, tetapi menjadi persoalan nasional. Jadi tidak benar jika pengurus DPD Golkar Jember menyebabkan penurunan suara Golkar.

Terkait laporan 18 PK, yantit menduga ada indikasi sengaja dilakukan lawan-lawan politiknya di internal Golkar. Dan beberapa diantaranya lanjut Yantit, merupakan caleg gagal yang melampiaskan kekecewaannya kepada DPD.

 

(736 views)
Tag: