Masih Layakkah Proyek Lapter untuk Dilanjutkan

Masih segar dalam ingatan kita, Bupati Jember MZA Djalal pasca pembacaan nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) mengatakan, operasional Lapangan Terbang Notohadinegoro hampir bisa dipastikan tidak akan menguntungkan alias selalu rugi. Jika memang demikian persoalannya, sekarang yang menjadi pertanyaan adalah kedepan bagaimana langkah pemkab terhadap Lapter Notohadinegoro? Kemudian, Bagaimana pula pandangan pengamat terkait Lapter Kebanggaan Jember ini?

 

Lapangan terbang satu-satunya milik Masyarakat Jember ini, pernah beroperasi selama kurun waktu 3 bulan. Namun pasca berakhirnya kontrak antara pemkab dengan maskapai Tri M-G Air Lines, penerbangan di lapter untuk sementara waktu dihentikan. Menurut Bupati Jember MZA Djalal, sejak dirinya menjabat sebagai bupati sampai dengan pertengahan 2008, banyak pihak mendesak untuk segera mengoperasikan bandara. Mulai dari tokoh masyarakat, politisi sampai kiai.

 

MZA Djalal menambahkan, sebenarnya pada awal muncul banyak desakan, dirinya sudah sering mengatakan, operasi Lapter Notohadinegoro dipastikan akan selalu rugi, dan sayangnya tidak ada satupun yang percaya terhadap dirinya. Kemudian lanjut MZA Djalal bukan berarti karena lapter produk bupati sebelumnya, dirinya tidak akan melanjutkan pembangunan lapter. Tetapi persoalannya, jauh-jauh hari dirinya sudah mewanti-wanti dan menegaskan bahwa operasi Lapter Di Jember akan selalu rugi.

 

Lebih lanjut MZA Djalal menjelaskan, untuk mengantisipasi kerugian yang besar pemkab mencoba bekerja sama dengan salah satu maskapai, itupun pemkab sangat sulit untuk mencari maskapai karena mereka tahu bahwa operasional Lapter Di Jember akan rugi.

 

Namun lanjut MZA Djalal, ke depan pemkab akan lebih selektif terutama perhitungan untung dan rugi. Jika tetap rugi pemkab akan menutup lapter, Terkait ditetapkannya Kadishub dan Direktur PDP sebagai tersangka kasus dugaan korupsi sewa pesawat, MZA Djalal menolak berkomentar panjang. Menurutnya, sebagai bupati yang mengambil kebijakan, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada proses hokum. Namun yang pasti kata MZA Djalal dirinya sangat yakiin dirinya dan jajaran dibawahnya tidak korupsi.

 

Begitulah, sungguh ironis nasib lapter satu-satunya kebanggaan Masyarakat Jember, akan selalu mengalami kerugian. Padahal beberapa pengamat mengatakan, jika lapter ini diolah secara peofesional maka akan dapat mengangkat potensi perekonomian Jember.

 

Sementara itu, Aktifis Forum Komunikasi Anak Bangsa, Suharyono, mengatakan, sejak awal dirinya sudah yakin jika operasional lapter akan selalu mengalami kerugian dan memang tidak akan pernah membawa keutungan. Suharyono menambahkan, sebenarnya posisi lapter cukup dilematis.

 

Di satu sisi jika lapter tidak segera beroperasi, pemkab tetap harus mengeluarkan dana untuk perawatan fasilitas di lapter. Semisal perawatan Runway, Gedung dan Fasilitas Lain. Di sisi lain, jika dioperasikan maka sudah bisa dipastikan operasi bandara akan selalu mengalami kerugian

 

Untuk itulah lanjut Suharyono, dirinya mendesak Bupati Jember, untuk segera memperbaiki manajemen pengelolaan Lapter Notohadinegoro, selama masa evluasi manajemen lapter, suharyono berharap agar pemkab tidak segera mencairkan dana 11 Miliar Rupiah yang telah dianggarakan dalam APBD 2009 untuk lapter.

 

Lebih jauh Suharyono menerangkan, dirinya berharap agar keberadaan lapter tidak hanya menjadi polemic. Namun yang paling penting keberadaan lapter diharapkan dapat meningkatkan taraf perekonomian Masyarakat Jember, khususnya mereka yang tinggal daerah sekitar lapter.

 

(891 views)
Tag: