Akankah Kelulusan Siswa Di Jember Tinggi…..?

Sejak senin lalu, siswa Sekolah Menengah Atas atau sederajat mengikuti ujian nasional. Ujian nasional Tahun 2009 sedikit berbeda dengan tahun lalu, sebab standarisasi nilai meningkat dari tahun lalu. Jika tahin lalu 5, 25, maka untuk tahun sekarang nilainya menjadi 5,50. Jadi sekarang menjadi pertanyaan adalah, akankah kenaikan standarisasi nilai akan berimbas pada tingkat kelulusan siswa di Jember? Kemudian, bagaimana upaya Dinas Pendidikan Jember untuk meningkatkan kenaikan lulusan SMA? 

 

Menurut Kepala Diinas Pendidikan Jember, Ahmad Sudiyono, Kenaikan standarisasi nilai ujian nasional, jangan dijadikan sebagai sesuatu yang menakutkan, sebab, jika standarisasi nilai dijadikan sebagai sesuatu yang menakutkan maka beban siswa akan semakin berat.

 

Menurut ahmad, dinas pendidikan sudah menyampaikan berkali-kali kepada kepala sekolah, guru, siswa dan sekolah, agar logika standarisasi nilai tersebut dibalik. Maksudnya, siapa yang tidak ingin lulus dan mengerjakan soal dengan nilai seratus persen. Namun ketika logika itu dibalik, siswa hanya diminta mengerjakan soal dan dituntut untuk mendapatkan nilai 5,50 saja. Dengan nilai tersebut siswa sudah dinyatakan lulus

 

Ahmad menambahkan, untuk Ujian Nasional Tahun 2009 Di Kabupaten Jember sedikitnya diikuti oleh empat belas ribu lebih siswa SMA, dan dirinya bersyukur perjalanan ujian nasional berjalan dengan lancar.

 

Lebih jauh Ahmad menjelaskan, sebenarnya standarisasi nilai Ujian Nasional Di Indonesia, masih jauh tertinggal dengan negara tetangga, sebut misalkan Singapura, Malaysia dan Cina. Dikatakan, meski demikian pihaknya optimis ketika melihat persiapan ujian nasional di masing-masing sekolah, angka kelulusan siswa SMA atau sederajat akan sesuai dengan target dinas pendidikan yakni sebesar 99 %.

 

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Jember, Miftahul Ulum mengatakan sejauh ini pelaksanaan ujian nasional berjalan dengan lancer, apalagi sebelum pelaksanaan ujian semua lembaga pendidikan sudah mempersiakan dengan matang. Misalkan lanjut Ulum, sekolah sering mengadakan try out, kemudian Tes Potensi Akademik (TPA) yang digelar oleh dinas pendidkan, dimana tingkat kesulitan soal yang diberikan hampir menyerupai soal ujian nasional.  Serta kegiatan spiritual seperti istighosah atau berdoa bersama. Dengan harapan pelaksanaan ujian nasional dan semua siswanya menghadapi ujian nasional dengan maksimal.

 

Ulum menambahkan, dirinya yakin dengan melihat persiapan yang sangat maksimal, pelaksanaan dan hasil ujian nasional akan maksimal dan tingkat kelulusannya akan tinggi. Lebih lanjut Ulum menjelaskan, dirinya juga berharap agar pelaksanaan ujian nasional tidak diwarnai dengan praktik kecurangan. Jika hal ini terjadi yang paling dirugikan adalah siswa.

 

Sebab kata Ulum, ketika siswa akan melanjutkan ke jenjang studi berikutnya akan terbebani dengan hasil yang bukan jerih payahnya pada saat mengerjakan soal ujian nasional.

 

(1.987 views)
Tag: