Menghindari Konflik Antar Lembaga, Sistem Pengawasan Unas Diubah

Hari ini 14 ribu lebih siswa SMA dan SMK di kabupaten Jember mengikuti ujian nasional akhir semester (UNAS). Untuk menghindari konflik antar sekolah seperti yang terjadi tahun lalu, dispendik kali ini menerapkan pengawasan sistem lingkaran berurutan.

Kepala dinas pendidikan Jember Ahmad Sudiono menerangkan, sistem pengawasan kali ini sengaja dibuat berbeda, dengan harapan tidak menimbulkan fitnah. Seperti tahun lalu, muncul kecurigaan banyak siswa tidak lulus karena di jaga guru dari salah satu sekolah, sehingga pengawas di sekolah lainnya sengaja mencari-cari kesalahan siswa.

Dengan sistem lingkaran berurutan ini lanjut Ahmad, pengawas tidak akan pernah bertemu. Meski sebenarnya pengawasan ini tidak berpegaruh langsung terhadap hasil unas, Ahmad menilai jika terlalu ditekan mental siswa akan jatuh yang justru menyebabkan siswa tidak percaya diri.

Sementara untuk pengamanan distribusi soal, polres Jember mengerahkan sedikitnya 200 personil. Kabag Bina Mitra Polres Jember Kompol. Munjahit menjamin tidak ada kebocoran soal. Selain distribusi dikawal ketat, soal unas disimpan di mapolsek dengan dua kunci yang masing-masing dikunci dipegang kapolsek dan petugas diknas.

Sampai Senin siang belum diketahui berapa orang peserta unas yang absent. Pasalnya berita acara unas masih belum di setor ke dispendik. Untuk peserta yang absent, akan dilakukan ujian susulan tanggal 27 April mendatang.

(826 views)
Tags: