Imbas Molornya Penghitungan Suara

Hari ini KPU Kabupaten Jember resmi akan menggelar penghitungan manual perolehan suara partai politik dan calon anggota legislative. Sebenarnya, proses penghitungan manual di tingkatan KPU molor dari jadwal sebelumnya, yakni tanggal 16 April lalu. Nah jika memang demikian persoalannya, sekarang yang menjadi pertanyaan adalah apa yang menyebabkan penghitungan manual di kpu sempat molor dari jadwal sebelumnya? Kemudian, apa dampak molornya penghitungan manual ini?

 

Lamanya proses penghitungan manual di tingkatan Panitia Pemungutan Suara Kecamatan (PPK) menjadi faktor utama terlambatnya penghitungan kpu. Demikian, ungkapan ketua KPU Kabupaten Jember Sudarisman.

 

Penyebab lain lanjut sudarisman, sesuai dengan aturan penghitungan manual di PPK sangat rumit, terutama proses administrasi pemindahan dari form C-1 Ke Form D-A, atau perolehan suara di desa, memakan waktu yang sangat lama. Apalagi PPK sudah mengalami kelelahan karena tenaganya sudah terforsir kepada persoalan lain.

 

Sudarisman menambahkan, proses pemindahan dari C-1 Ke Form D-A sngat rumit, karena jumlah surat suara sah, jumlah surat suara tidak dan yang tidak terpakai harus ketemu berapa jumlahnya, dan itu harus rangkap lima puluh eksemplar.

 

Lebih lanjut Sudarisman meujelaskan, setelah dipindah ke Form D-A maka hasil tersebut akan dipindah ke form D-A-B dan form D-A-B inilah kata Sudarisman yang akan dibacakan oleh KPU pada saat penghitungan manual di tingkatan kabupaten.

 

Sementara Ketua DPC PKB Jember, Miftahul Ulum, mengatakan dirinya berharap semua partai politik dan kpu mempunyai i’tikad pada saat penghitungan suara untuk tidak melakukan kecurangan. PKB sendiri lanjut Ulum, melihat molornya penghitungan di tingkatan PPK bukan karena ada unsur kesenganjaan. Sebab, menurut undang-undang penghitungan manual harus dilakukan dengan hati-hati, malah yang perlu dicurigai adalah PPK yang menghitungnya sangat cepat.

 

Dikatakan, pemilu sekarang berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya, jadi mau tidak mau PPK harus menghitung perolehan suara partai dan caleg harus sangat berhati-hati, salah sedikit saja kata ulum sangat berbahaya. Ulum menambahkan, jika melihat proses penghitungan yang sangat hati-hati dirinya optimis kekhawatiran tentang adanya dugaan manipulasi suara sangat kecil kemungkinannya.

 

Meski demikian lanjut Ulum, PKB sendiri tetap mengantisipasi adanya manipulasi suara dengan memperkuat saksi di semua tps. Apalagi, sejauh ini PKB mempunyai data lengkap hasil perolehan di tingkatan TPS.

 

Berbeda dengan Ulum, Anggota Komisi D DPRD Jember, M Sujatmiko mengatakan, jauh-jauh sebelum pelaksanaan pemilu dirinya sudah mendengar isu-isu tentang jual beli suara antar partai politik dengan penyelanggara. Akan tetapi lanjut Sujatmiko, dirinya berharap agar pelaksanaan pemilu bisa berjalan dengan lancar dan fair serta tidak ada manipulasi suara, sehingga nantinya wakil yang terpilih adalah benar-benar pilihan rakyat. untuk mengantisipasi adanya manipulasi suara lanjut sujatmiko, Golkar sudah menurunkan saksi mulai dari tingkatan TPS sampai di tingkatan KPU.

 

(794 views)
Tag: