Ancaman Penundaan Pemungutan Suara Di 60 TPS

Meski pelaksanaan Pemilu kurang 3 hari lagi,  namun di lapangan ternyata masih saja ada kendala, terutama persoalan logisitik surat suara. Bahkan, hingga hari ini saja pengganti surat suara yang rusak belum diterima oleh KPUD Jember. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah sejauh mana upaya KPUD Jember mengatasi persoalan ini? Kemudian, Apa dampak belum diterimanya kekurangan surat suara ini?

 

Menurut Anggota KPUD Jember Divisi Logistik, Ketty Tri Setyorini, Surat suara cadangan sebesar 2 persen baru diterima pihaknya hari ini, padahal surat suara tersebut seharusnya diterima jauh-jauh hari yang lalu. Menurut Ketty, dirinya tidak habis fikir mengapa pengiriman logistik surat suara cadangan mengalami keterlambatan. Tidak hanya itu, hingga hari ini KPUD Jember belum menerima pengganti surat suara yang rusak. Padahal, jauh-jauh hari pihaknya sudah mengkonfirmasikan kerusakan surat suara kepada pihak rekanan.

 

Untuk menyiasati persoalan ini lanjut Ketty, PPK sudah mengirimkan surat suara ke TPS yang tempatnya terpencil, sehingga nanti malam atau besok pagi sudah bisa disiapkan. Sedangkan, untuk logisitk TPS yang ada di wilayah ibukota kecamatan, hingga hari belum terdistribusikan, sebab, KPU masih mengalami kekurangan. Ketty menambahkan, dirinya kawatir jika kekurangan surat suara ini tidak segera dipenuhi, maka sedikitnya ada 60 TPS di ibukota kecataman, akan mengalami penundaan proses pemungutan suara.

 

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Jember, Lukman Yasir mengatakan, dewan sangat menyayangkan persiapan KPU yang masih amburadul, padahal pelaksanaan Pemilu kurang 3 hari lagi. Seharusnya, KPUD Jember harus lebih pro aktif untuk menanyakan kepada KPU Provinsi Jawa Timur, mengapa kekuranagan surat suara tersebut belum dikirim. Padahal surat suara, merupakan logisitik yang sangat urgen dalam pelaksanaan pemilu.

 

Makanya lanjut Lukman, dalam waktu dekat DPRD Jember Melalui Komisi A akan memanggil KPU, serta Panwaslu untuk menanyakan sejauh mana kesiapan serta problem yang dihadapi oleh 2 lembaga ini.

 

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua DPC PKB Jember, Ahmad Halim mengatakan, dirinya menyayangkan mengapa H-3 pelaksanaan pemilu,  masih saja muncul persoalan. Apalagi persoalan yang dihadapi oleh KPU tidak main-main, yakni KPU masih kekurangan surat suara.

 

Halim menambahkan, dirinya khawatir ketika surat suara ini kurang maka banyak masyarakat yang tidak dapat menyalurkan hak pilihnya. Sehingga angka golput akan semakin tinggi dan tentunya akan berpengaruh pada kredibilitas KPU sebagai pelaksana pemilu

 

(734 views)
Tags: