Berebut Suara Warga Nahdliyin Pada Pemilu 2009

Sebagai organsasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia, suara Warga Nahdlatul Ulama pasti diincar oleh sejumlah partai politik. Jika melihat kulturnya, sebagian besar suara nahdliyin akan terbagi kepada Tiga Partai Politik, diantaranya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama’ (PKNU). Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, sejauh mana upaya partai politik merebut suara nahdliyin? Kemudian, Bagaimana sikap NU pada pemilu mendatang, mengingat bertambahnya Partai Politik berbasis NU?

 

Menurut Wakil Ketua Dewan Tanfidz PCNU Jember, Abdul Qodim Manembojo, Pada pemilu mendatang, diprediksikan suara nahdliyin akan terbagi kepada PKB, PKNU, PPP. Kemudian, tidak menutup kemungkinan kepada Golkar, dan PDIP. Menurutnya, jika ada dukungan dari salah satu pengurus N-U kepada salah satu parpol, dukungan tersebut sifatnya indvidual bukan secara kelembagaan. N-U secara kelembagaan tidak dalam posisi dukung mendukung parpol. Sejauh ini lanjut Qodim, N-U tetap berpegang kepada khittah yang telah dirumuskan di Muktamar Situbondo.

 

Qodim menambahkan, secara kelembagaan N-U sendiri tidak ingin, jika ada salah satu parpol yang memiliki ideologi yang sama dengan N-U merasa di anaktirikan. N-U ingin semua kepentingan parpol Ter-akomodir. Kemudian, dirinya berharap kepada partai politik, khususnya partai yang basisnya Nahdliyin, agar kedepan tetap menjalin kerjasama dan komunikasi, untuk membangun dan menjaga keutuhan bangsa dan Negara.

 

Dan paling penting lanjut Qodim, jangan hanya memangdang basis N-U, hanya sekedar kebutuhan lima tahunan saja, dan hanya dipergunakan untuk kepentingan sesaat, sesuai dengan kebutuhan. Namun bagaimana memikirkan untuk merawat dan memberdayakan basis N-U tersebut.

 

Sementara itu, Ketua DPP PKNU, Khoirul Anam sebelumnya mengatakan, pada Pemilu Legislatif 2009, PKNU menargetkan meraup 12 juta suara Warga Nahdliyin. Target tersebut bukan tidak beralasan. Sebab, meski tergolong partai baru pada pemilu mendatang, wajah-wajah pengurus di PKNU bukan wajah baru, dan sangat berpengalaman dalam dunia politik.

 

Kemudian, PKNU didirikan oleh kiai-kiai yang mempunyai pengaruh besar, terutama di Jawa Timur. Jadi kata Anam, dirinya yakin PKNU mampu meraih 30 persen di Jawa Timur dan 18 persen suara secara nasional. Hanya saja lanjut Anam, dirinya menyayangkan amburadulnya DPT, sebab, hal ini berpotensi pada hilangnya ribuan suara PKNU. Meski demikian, beberapa waktu lalu dirinya sudah mendesak Ketua KPU Pusat untuk segera memperbaiki DPT.

 

Senada dengan Khoirul Anam, Sekretaris DPC PPP Jember, Sunardi mengatakan sejauh ini PPP tidak menghadapi kendala, mulai dari proses sosialisasi sampai proses kampanye. Apalagi kata dia, basis PPP adalah warga nahdliyin. Sejauh ini lanjut Sunardi, partainya sudah mempersiapkan strategi untuk meraup suara terbanyak. Menurutnya, partainya tidak terlalu susah untuk sosialisasi, sebab PPP adalah partai lama dan cukup dikenal dan sudah sangat akrab dengan masyarakat. Lebih lanjut Sunardi menjelaskan, meski demikian partainya tidak hanya melirik warga nahdiyin saja, melainkan semua elemen masyarakat tetap akan menjadi bidikan PPP.

(850 views)
Tag: