Klimaks Gonjang-Ganjing Dugaan Plagiasi BKS

Setelah sempat mencuat ke permukaan, akhirnya gonjang-ganjing kasus dugaan plagiasi memasuki tahap final. hal itu terlihat setelah jajaran dinas pendidikan dipanggil DPRD Jember beberapa waktu lalu. Nah sekarang yang menjadi pertanyaannya adalah, bagaimana klimaks dugaan plagiasi BKS ini? Kemudian, Bagaimana sikap Kadispendik terkait persoalan dugaan plagiasi?

 

 Beberapa waktu lalu, jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Jember dipanggil DPRD Jember melalui Komisi D untuk mengklarifikasi benar atau tidaknya, dugaan plagiasi BKS tersebut. Usai rapat dengar pendapat dengan DPRD Jember, Kepala Dinas Pendidikan Jember, Ahmad Sudiyono, mengatakan dugaan penjiplakan yang dilakukan oleh dinas pendidikan tersebut tidak benar adanya. Sebab lanjut Ahmad, panggilan akrab Ahmad Sudiyono, antara Dinas Pendidikan dengan pihak penerbit, sudah terjadi kesepakatan pada tanggal 5 Desember tahun lalu.

 

Dalam kesepakatan tersebut menurut Ahmad, menyebutkan bahwa Tim Jitu berhak mengambil sebagian naskah atau seluruh naskah Buku Kerja Siswa milik PT Mutiara, jadi jelas BKS Jitu bukan hasil menjiplak dari penerbit lain.

 

Di samping lanjut Ahmad, dirinya merasa perlu untuk meluruskan mengenai pengelolaan BKS Jitu, karena selama ini kata dia, di masyarakat muncul asumsi bahwa BKS dikelola oleh Dinas Pendidikan, padahal buku kerja siswa sebenarnya dikelola oleh Tim Jitu. Meskipun kata Ahmad, nama-nama yang tercantum di BKS adalah pejabat-pejabat dinas pendidikan. Lebih lanjut Ahmad menjelaskan, kedepan dinas pendidikan akan lebih selektif lagi, jika ada pelaku pendidkan yang hendak mengajukan permohonan penerbitan

 

Sementara itu, Asosiasi Penerbit Pedagang Dan Pengusaha Kecil atau AP3K Jember sebelumnya mengatakan, atas dugaan kasus penjiplakan BKS ini merasa sangat dirugikan. Pasalnya sejak enam bulan  terakhir, omset penjualannya menurun sekitar 40 persen.

 

Menurut Ketua AP3K Embong Raharjo, pihaknya menemukan sedikitnya 8 jenis buku yang di cetak dengan jumlah hampir 358 ribu eksemplar. Buku-buku yang dianggarkan melalui dan bos ini di sebar di seluruh sekolah dasar se Kabupaten Jember. Selain menjiplak lanjjut Embong, isi buku juga banyak menyimpang dari kurikulum. Sebab yang dijiplak merupakan buku terbitan tahun lalu, yang kurang pas jika dijarkan saat ini. 

 

Begitulah, setelah lama mencuat dan hampir setiap hari menghiasi berbagai media, kasus gonjang-ganjing dugaan plagiasi BKS ini terjawab sudah. Akhirnya, Kadispendik Jember menjawab bahwa dugaan plagiasi tersebut tidak benar adanya, karena sudah ada surat kerjasama antara tim jitu dengan pihak penerbit.

 

Meski demikian, kita semua berharap persoalan seperti ini tidak terulang lagi di lain waktu, agar dunia pendidikan kita tidak selalu diselimuti  masalah.

(1.024 views)
Tag: