Maraknya Imigran Gelap Di Jember

Belum lama ini, kita dikejutkan dengan banyaknya imigran gelap dari luar negeri yang masuk ke Jember.  Imigran gelap yang tertangkap oleh Kantor Imigrasi Jember, rata-rata sudah lama tinggal di Jember, bahkan semuanya sudah sudah berkeluarga dengan warga Jember. Imigran pertama asal Bangladesh tinggal di Jember sejak Tahun 2001, kemudian imigran kedua asal Philipine, Samuel Patag tinggal di Jember sejak tahun 1999, dan terakhir asal Myanmar, Tun Win, yang tinggal di Jember sejak 1997. Jika memang demikian persoalannya, pertanyaannya sekarang adalah mengapa hal ini bisa terjadi? apakah memang pengawasan dan pendataan penduduk yang sangat lemah? Kemudian, sejauh mana penanganan maraknya imigran gelap Di Jember? Dan bagaimana sikap wakil rakyat?

 

Menurut Kepala Kantor Imigrasi Jember, Jon Rais, Sejak awal tahun 2009, sedikitnya Kantor Imigrasi Jember sudah menangkap 3 orang imigran gelap, dan  semuanya sudah dideportasi ke negara asalnya. Imigran terakhir yang ditangkap petugas imigrasi jember, berasal dari Negara Myanmar bernama Tun Win, yang sejak dua bulan terakhir tinggal di Desa Suci Kecamatan Panti.

 

Penangkapan terhadap Tun Win lanjut Rais, bermula ketika Tun Win dan istrinya mengurus paspos di Kantor Imigrasi Jember. Petugas loket yang curiga terhadap logat bahasa Tun Win, melaporkannya kepada petugas pengawasan dan penindakan. Dari hasil pemeriksaan petugas pengawasan inilah terungkap bahwa Tun Win sebenarnya tercatat sebagai Warga Myanmar. Saat ini Kantor Imigrasi Jember sedang berkoordinasi dengan Kedutaan Myanmar untuk proses deportasi. Sambil menungu proses deportasi, Tun Win akan segera dikirim ke rumah detensi di sidoarjo//

 

Sementara itu, Tun Win, imigran gelap yang terkahir tertangkap oleh Kantor Imigrasi Jember mengatakan, tahun 1997 lalu  dirinya ditangkap Pol Airud Maluku Tenggara, dengan tuduhan illegal fishing, atau nelayan illegal. setelah dikarantina selama dua bulan di kapal, Tun Win memutuskan kabur dan tinggal  di daerah tual maluku tenggara.

 

Disinilah Tun Win bertemu Jumariyah istrinya, yang asli warga Desa Suci Kecamatan Panti, Sejak dua bulan lalu, Tun Win datang ke Jember, karena diajak oleh istrinya untuk menjenguk kedua orang tuanya.

 

Di tempat terpisah, Kepala Badan Kependudukan Dan Catatan Sipil Jember, R Hendroyono, mengatakan persoalan kependudukan sudah diatur dalam undang-undang, dan peraturan pemerintah. Hendroyono melihat, terkait dengan maraknya imigran gelap yang beberapa hari ini, ditemukan oleh Kantor Imigrasi Jember, karena lemahnya kontrol di tingkatan bawah, yakni pencatatan di tingkatan RT/ RW. Karena tidak mungkin kata dia, tingkatan desa atau kelurahan maupun kecamatan, akan memberikan KTP, jika tidak ada keterangan dari tingkat bawahnya.

 

 

Sejauh ini lanjut Hendroyono, pihaknya dan kantor imigrasi sudah melakukan kerjasama, untuk mengevaluasi maraknya imigran gelap yang masuk ke Jember. untuk mengantisipasi masuknya imigran gelap masuk ke Jember lanjut Hendroyono, pihaknya akan mengusulkan kepada bupati, untuk membentuk registran di masing-masing desa. Kemudian, operator di masing-masing kecamatan, Sehingga nantinya, pendataan penduduk benar-benar maksimal, sebagaimana amanah undang-undang.

 

Hendroyono juga menghimbau, jika masyarakat melihat warga asing yang tidak dilengkapi dengan dokumen-dokumen sah, maka segera melaporkan kepada kantor imigrasi.

 

Menanggapi maraknya imigran gelap, Wakil Ketua Dprd Jember, Mohammad Asir, melihat, banyaknya imigran gelap yang masuk ke Jember, karena pengawasan di tingkatan bawah yang sangat lemah. Belum lagi, adat ketimuran yang dimiliki oleh negara kita sangat tinggi, seperti toleransi, dan menghormati. sehingga hal inilah yang membuat imigran bisa masuk seenaknya ke Jember.

 

Ke depan lanjut Asir, untuk mengantisipasi makin banyaknya imigran gelap masuk ke Jember. DPRD Jember dalam waktu dekat akan memanggil dinas, atau badan terkait, untuk mengevaluasi dan mempertanyakan mengapa hal ini bisa terjadi. Apakah karena pengawasan yang sangat lemah atau karena persoalan lain.

(891 views)
Tag: