Warga Pace Silo Desak Dewan Rekomendasikan Penutupan Tambang Mang’an

Belasan warga desa Pace kecamatan Silo, kamis siang mendatangi Komisi B DPRD Jember. Mereka menuntut dewan merekomendasikan penutupan tambang mang-an di perkebunan kalimas, yang dinilai terlalu dekat dengan pemukiman dan merusak lingkungan.

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Pace Imam Syauki menerangkan, sejak lama masyarakat Pace menolak adanya tambang. Tambang pertama yang dikelola PT. As-sidiqqi, berhenti setelah direkomendasi oleh dewan untuk ditutup. Namun sejak akhir Februari lalu, tambang dibuka lagi oleh perusahaan berbeda.

Bahkan yang dilakukan saat ini bukan lagi eksplorasi, tapi sudah masuk eksploitasi. Karena mang’an yang dibaa bukan hanya satu atau dua kilo, tapi sudah diangkut menggunakan truk-truk besar. Parahnya lagi, tengah malam tanggal 3 Maret lalu, terdengar suara ledakan yang menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar rumah. Diduga ledakan ini berasal dari lokasi penambangan.

Sementara anggota komisi B DPRD Jember Mohammad Jupriyadi menerangkan, DPRD sebelumnya sudah merekomendasikan penutupan semua ijin pertambangan di Jember. Bahkan bupati juga menginstruksikantambang ditutup. Namun Disperindag tidak memutuskan untuk ditutup tetapi di tunda untuk sementara.

Jupri mengaku tidak tahu jika pelaksanaan dilapangan ternyata seperti ini. Karena hari ini kepala Disperindag Hariyanto sedang berada di luar kota, komisi B bersama Disperindag akan turun ke lokasi hari Rabu pekan depan.

Lebih jauh Jupri menerangkan, dari pengamatannya kandungan mang’an di Silo belum layak untuk di tambang. Karena kandungan yang ada jauh berbeda dengan yang ada di Kalimantan Timur. Menurut Jupri, jangan pernah bermimpi Jember bisa seperti Kalimantan Timur.

(1.803 views)
Tag: