6 Pejabat Dispendik Diperiksa Kejaksaan Agung

Hari ini 6 orang pejabat Dinas Pendidikan Jember memenuhi undangan tim gabungan Kejaksaan Agung. Keenam pejabat Dispendik ini masing-masing Kepala Dinas Pendidikan Ahmad Sudiono, Kepala Tata Usaha Wiwik Haniseno, Kasi TK/SD Jumari, Kasi SMP/SMA Wayan Wesa Atmaja, Kabid Ketenagakerjaan Heni Hayati, dan mantan Kabid Pendidikan Luar Sekolah Suparno.

Keenam pejabat Dispendik ini diundang untuk dimintai keterangan, terkait dugaan kebocoran APBD 2002 sampai 2007. Berdasarkan keterangan sumber di Kejaksaan Negeri Jember, pemeriksaan diarahkan kepada persoalan penggunaan anggaran yang diduga fiktif, dan penggunaan anggaran yang tidak disertai surat pertanggung jawaban atau SPJ.

Sedikitnya ada 5 persoalan yang menjadi pokok pemeriksaan. Semua pejabat Dispendik yang diperiksa ketika dikonfirmasi enggan berkomentar. Bahkan kepala Dinas Pendidikan Jember Ahmad Sudiono ketika ditemui saat istirahat untuk sholat, enggan berkomentar dengan alasan pemeriksaan masih belum selesai. Ahmad mengaku lupa berapa pertanyaan yang disodorkan kepadanya, yang jelas terkait APBD Jember tahun 2006.

Sementara ketua tim Kasubdit Tipikor Eksekusi dan Ekseminasi Kejaksaan Agung, Mohammad Anwar mengatakan, penggalian data yang dilakukan tim gabungan ini berawal dari hasil pemeriksaan BPK. Bahasa yang ada dalam laporan hasil pemeriksaan BPK dengan bahasa Kejaksaan tentu berbeda. Karena itu Kejaksaan berinisiatif untuk menggali data lebih jauh. Jika memang ditemukan indikasi penyimpangan, penyelidikan kali ini akan dilanjutkan ke tahap penyidikan.

Sama dengan saat datang ke Jember akhir Februari lalu, tim gabungan Kejaksaan Agung rencananya akan berada di Jember mulai hari ini hingga hari Jumat depan. Data yang diperoleh selama dua kali di Jember, akan di evaluasi di Kejaksaan Agung, untuk selanjutnya di tentukan yang mana yang bisa dilanjutkan ke tahap berikutnya.

(1,004 views)
Tags: