Dengan Membawa Puluhan Massa Japer Kembali Datangi Kantor Panwas

japer-demo-panwaskab-jember1 Jaring Pemilih Rasional atau Japer kembali mendatangi kantor Panwaskab Jember. Bahkan kali ini Japer membawa massa jauh lebih banyak di banding sebelumnya. Mereka menuntut Panwas tidak bermain-main dengan laporan dugaan money politik yang dilakukan caleg PKPB.

Dalam orasinya salah satu aktivis Japer, Nunung mengatakan, tidak ditindaklanjutinya laporan Japer oleh Panwas, khususnya terkait dugaan money poltik yang dilakukan caleg PKPB Sanusi Mohtar Fadillah, membuktikan bahwa Panwas kabupaten Jember sudah mati.

Japer curiga jangan-jangan Panwaskab ikut bermain dalam persoalan ini. Menurut Nunung, Panwas sebenarnya bukan lembaga penyidik, melainkan hanya menilai ada unsur pelanggaran atau tidak. Jika sebelumnya ketua Panwaskab Agung Purwanto mengatakan ada indikasi pelanggaran pidana pemilu, kenapa Panwas tidak segera melimpahkan kasus ini kepada pihak kepolisian.

Sayangnya ketua Panwaskab Jember Agung Purwanto sedang tidak berada di tempat, karena sedang memberikan pelatihan di Mapolwil Besuki di Bondowoso. Para pengunjuk rasa akhirnya ditemui salah satu anggota Panwas yang lain Mohammad Syaifudin.

Kepada pengunjuk rasa Syaifudin mengatakan, Panwas sudah menindak lanjuti laporan Japer tentang dugaan money politik yang dilakukan Sanusi. Bahkan hari Selasa kemarin, berkas laporan beserta hasil pemeriksaan sejumlah saksi sudah dilimpahkan kepada pihak kepolisian.

Massa yang merasa tidak puas atas jawaban Syaifudin memutuskan untuk meninggalkan kantor Panwas dan mengklarifikasi pernyataan Syaifudin ke Polres Jember. Namun sebelumnya, Japer memberikan surat pernyataan sikapnya kepada Syarifudin dan memberikan deadline waktu 3 hari kepada Ketua Panwas untuk memberikan klarifikasi.

Diberitakan sebelumnya, Japer melaporkan dugaan money politik yang dilakukan Sanusi, yang dilakukan dengan cara menjanjikan akan memberi santunan kepada pemilihnya jika ada yang sedang hajatan, sedang sakit atau ada keluarganya yang meninggal dunia. Sanusi sendiri ketika dikonfirmasi membantah apa yang dilakukannya masuk kategori money politik. Setelah berkoordinasi dengan DPP PKPB, Sanusi justru mengancam akan menggugat balik Japer, karena merasa dicemarkan nama baiknya.

(931 views)
Tag: