Berharap Keseriusan Kejagung Mengusut Dugaan Penyalahgunaan APBD

Beberapa waktu lalu Pejabat di Lingkungan Kabupaten Jember dibuat geger, pasalnya Tim dari Kejaksaan Agung turun gunung, untuk memeriksa dugaan penyalahgunaan APBD tahun 2002 sampai 2007. Pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Kejaksaan Agung, berlangsung selama empat hari, yakni mulai Hari Selasa Sampai Jumat. Bahkan pada hari terakhir pemeriksaan, Ketua Tim Kejaksaan Agung, Mohammad Anwar mengatakan, pihaknya berencananya akan turun kembali ke Jember pada bulan mendatang, lantaran data yang didapat selama proses pemeriksaan masih kurang. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah Apakah pemeriksaan yang dilakukan oleh Kejagung sudah maksimal?, kemudian, sejauh mana keseriusan Kejagung selama proses pemeriksaan?

 Hari Jumat lalu merupakan hari terkahir pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Kejagung. pada hari itu, giliran 4 orang pejabat Dinas Pendidikan, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Jember memenuhi panggilan kejagung. Menurut Ketua Tim Kejagung, Muhammad Anwar, pihaknya masih belum bisa menentukan kasus apa yang bisa dilanjutkan ke tahap penyidikan, karena hasil pengumpulan data sejak hari selasa lalu, masih akan dilaporkan kepada pimpinan dan akan dipelajari.

 

Disamping lanjut Anwar, pihaknya masih membutuhkan banyak data untuk melanjutkan ke tahap penyidikan, untuk itu kata dia, pihaknya akan segera datang lagi ke Jember, untuk mengumpulkan data tambahan. sesuai KUHAP, pemanggilan terhadap seseorang harus diterimakan 3 hari sebelumnya. Karena itulah Anwar mengaku baru akan datang lagi ke Jember sekitar awal bulan depan.

 

Sementara itu Sekdakab Jember, Juwito enggan memberikan banyak komentar terkait dengan pemeriksaan terhadap dirinya. itu lantaran kata dia, persoalan ini masih dalam tahap penyelidikan, jadi tidak bisa memberikan keterangan apapun. “silahkan tanyakan kepada tim pemeriksa saja” Ujarnya. 

 

Begitulah, rupanya Tim Kejagung masih membutuhkan tambahan data, terkait dengan pemeriksaan dugaan penyalahgunaan Dana APBD Tahun 2002 sampai Tahun 2007, makanya bulan depan Tim Kejagung memastikan akan turun kembali ke Jember.

 

Menanggapi pemeriksaan pejabat di Jember, Koordinator LSM Kelompok Kerja Pemberantasan Korupsi atau KKPK Jember, Suharyono, meragukan keseriusan kejaksaan mengungkap kasus korupsi di Jember. Pasalnya kata dia, belajar dari pengalaman yang lalu-lalu, kejaksaan hanya mengumpulkan data dan tidak pernah ada tindak lanjutnya. Sebenarnya lanjut Suharyono, hampir semua kasus dugaan korupsi di Jember, sudah mencuat di masyarakat, bahkan sudah masuk kepada pihak penegak hokum. Baik itu Kepolisian maupun Kejaksaan, namun yang masuk ke tahapan penuntutan hanya segelintir kasus.

 

Dikonfirmasi terpisah, Anggota Komisi A DPRD Jember, Wakik, mengatakan, turunnya Tim Kejaksaan Agung ke Jember merupakan sesuatu yang luar biasa, dan tentunya sangat memprihatinkan, karena kata dia, tidak mungkin Tim Kejaksaan Agung turun ke daerah tanpa memegang bukti awal. Namun sejauh ini kata Wakik, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Kejagung, apakah di Jember memang terjadi penyalahguanaan APBD atau tidak. Meski demikian kata Wakik, dirinya berharap kasus dugaan penyimpangan APBD tersebut tidak benar adanya, namun jika benar, maka Wakik meminta kepada semua pihak untuk menghormati proses hukum.

(818 views)
Tag: