Himbauan Ketua DPRD Tentang Jam Kerja Dewan

Surat himbauan Ketua DPRD Jember, HM Madini Farouq atau yang akrab dipanggil Gus Mamak kepada seluruh anggota DPRD Jember patut kita cermati bersama-sama, karena bagaimanapun surat himbauan tersebut, mengingatkan kepada seluruh anggota dewan tentang waktu dan hari kerja mereka. Sebenarnya tanpa surat himbauan tersebut, para wakil rakyat sudah mengetahui kapan jadwal mereka ada di kantor, sebab, jadwal hari kerja anggota dewan, sudah diatur dalam Tata Tertib DPRD Jember Pasal 80 Ayat 1 dan 2. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, Apa yang melatarbelakangi Pimpinan DPRD Jember, mengeluarkan surat himbauan tersebut? Kemudian, Bagaimana tanggapan anggota dewan, mengenai surat himbauan ini?

 

Munculnya surat himbauan dilatar belakangi  dari keluhan dan masukan dari masyarakat, karena kantor dewan sering sepi dari aktifitas wakil rakyat, serta surat dari badan kehormatan DPRD Jember, mengenai himbauan kepada seluruh anggota dewan, agar masuk kantor sesuai dengan Tata Tertib DPRD Jember. Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Jember, HM Madini Farouk.

 

Menurut Mamak, keluarnya surat himbauan tersebut disertai dengan harapan, para wakil rakyat tidak lupa akan tugas dan kewajibannya sebagai anggota dewan. Walaupun sebagian besar anggota dewan kembali mencalonkan kembali pada pemilu mendatang. kemudian lanjut Mamak, para wakil rakyat bisa membagi waktu, kapan harus ada di kantor, dan kapan harus turun kepada masyarakat. Mamak menambahkan, sesuai dengan Tata Tertib DPRD Jember, hari kerja anggota dewan selama 5 hari, yakni antara pukul 09.00 sampai 15.00, kecuali hari Jumat sampai pukul 10.30.

 

Menanggapi surat himbauan ini, salah satu Anggota Komisi C DPRD Jember, Ahmad Halim, mengatakan, dirinya sangat mengapreasi surat himbauan tersebut, karena bagaimanapun sebagai manusia biasa, seorang wakil rakyat tidak mungkin terlepas dari kesalahan. Meski demikian kata Halim, di internal komisinya sudah terjadi kesepakatan, yakni setiap harinya harus ada anggota dewan yang stand by. Jadi kata dia, ketika ada masyarakat datang ke kantor dewan, untuk menyampaikan aspirasi bisa tersalurkan.

 

Begitulah, karena Kantor DPRD Jember terlalu sering sepi, dan banyak keluhan dari masyarakat.  Ketua DPRD Jember mengeluarkan surat himbauan kepada seluruh anggota dewan, yang isinya mengingatkan bahwa mereka masih mempunyai kewajiban sebagai wakil rakyat. Tentu masyarakat sangat mengapresiasi sikap Ketua DPRD Jember/ karena bagaimanapun, jika anggota dewan jarang datang ke kantor, maka jangan heran jika masyarakat banyak yang kecewa.

 

Di tempat terpisah, Pengamat Politik Universitas Jember, M Nur Hasan mengatakan, sangat lucu dan ironis, ketika wakil rakyat sampai diingatkan oleh Ketua DPRD Jember mengenai jadwal kerja mereka. Seharusnya menurut Nur Hasan, tanpa diingatkan pun, sejatinya para wakil rakyat sudah paham mengenai jadwal kerja mereka, karena jadwal tersebut sudah tertuang, dalam Tata Tertib DPRD Jember Pasal 80 Ayat 1 dan 2.

 

Nur Hasan menduga, keluarnya surat tersebut dilatarberlakangi mengenai keaktifan anggota dewan, yang akhir-akhir ini semakin berkurang dan juga banyak tugas yang terbaikan, gara-gara terlalu sibuk dengan kegiatan kampanye. Nur hasan menambahkan, sifat malas wakil rakyat untuk datang ke kantor, menandakan bahwa integritas dan rasa tanggung jawab mereka masih sangat lemah. Jadi jangan harap ketika mereka yang mencalonkan kembali akan mendapatkan simpati masyarakat.

 

Nur Hasan juga memprediksikan, kondisi sering sepinya Kantor DPRD Jember akan terus berlanjut pada periode selanjutnya, kecuali kata dia, ada i’tikad baik dari para caleg untuk memperbaiki citra para wakil rakyat.

(1,450 views)
Tags: