Potensi Lapter Meningkatkan Perekonomian Jember

a380Lapangan Terbang Notohadinegoro sebagai salah satu aset penting milik kota tembakau ini, ternyata hingga hari ini masih belum beroperasi. Pasca berakhirnya kontrak Pemkab Jember, dengan maskapai Penerbangan Tri M-G Air lines beberapa waktu lalu, aktifitas penerbangan di lapter kebanggaan kota tembakau ini, untuk sementara waktu ditiadakan. Padahal, beberapa waktu lalu Dishub telah melakukan negosiasi dengan beberapa maskapai penerbangan. Bahkan kabarnya, salah satu maskapai yang melirik berasal dari Luar Negeri. Sekarang yang menjadi Pertanyaan adalah, Mengapa hingga hari ini lapter tak kunjung beroperasi?, kemudian, bagaimana sikap wakil rakyat soal ini?

 Pengamat Ekonomi Universitas Jember, Hadi Paramu, P.hD, menuturkan, sebenarnya keberadaan Lapter Notohadinegoro mampu menarik sejumlah investor dari luar daerah, untuk menanamkan modalnya di Jember. Kemudian, secara geografis dengan adanya Lapter, Jember juga diharapkan lebih terbuka, karena tidak menutup kemungkinan, potensi-potensi yang ada di Jember dilirik oleh Pemilik Modal.

 

Menurut Hadi, Jember memiliki banyak potensi yang bisa ditawarkan, misalkan sektor pariwisata, kemudian home industri dll. Apalagi dengan adanya lapter, perjalanan ke jember bisa ditempuh lebih cepat, misalkan perjalanan dari Surabaya Jember hanya memakan waktu setengah jam, daripada ditempuh melalui jalur darat yang memakan waktu selama enam jam.

 

Lebih lanjut Hadi menjelaskan, jadi agenda unntuk mengoprasikan kembali Lapter Notohadinegoro sangat penting. Pasalnya dengan beroperasinya Lapter Notohadinegoro, akan mampu meningkatkan perekonomian Jember.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub Jember), Sunarsono ketika dimintai konfirmasi mengatakan, rencananya beroperasinya Lapter Notohadinegoro dipastikan mundur dari jadwal semula. Menurutnya, yang semula di jadwalkan bandara kembali beroperasi pertengahan maret, ternyata harus mundur hingga April.

 

Sunarsono menambahkan, penyebab mundurnya pengoprasian bandara dikarenakan, rencana pemkab yang ingin mengoperasikan pesawat yang lebih besar, dari pesawat sebelumnya yang kapasitasnya hanya untuk 18 orang. Jadi lanjut Sunarsono, untuk saat ini kondisi bandara masih perlu pembenahan infrastruktur, dan pengadaan fasilitas yang disesuaikan dengan standar penerbangan nasional.

 

Hingga hari ini pihaknya lanjut Sunarsono, terus melakukan pendekatan-pendekatan kepada pihak maskapai terlebih dahulu. Jika sudah menemukan maskapai yang tepat, baru bisa di tentukan fasiltas apa yang diperlukan. Sehingga proses lelang bisa dilakukan, seperti kebutuhan panjang runway dan keperluan tehnis lainnya.

 

Kalau jadwal pengoprasian lapter molor, bagaimana sikap wakil rakyat kita?.

 

Anggota Komisi C DPRD Jember, Ir. H Ubaidillah, atau yang akrab dipanggil H. Buang, ketika dikonfirmasi usai mengikuti sidang paripurna, menyesalkan mundurnya pengoperasian kembali Lapter Notohadinegoro. “kenapa harus molor lagi” ujarnya. Padahal kata dia, untuk anggaran pengembangan  dan perlengkapan lapter sudah tersedia, bahkan jumlahnya bertambah dari 5 Miliar Rupiah menjadi 11 Milyar Rupiah.

 

Ubaidillah justru heran, kenapa baru kali ini dilakukan melalui sistem lelang, Padahal sebelumnya tidak pernah ada lelang. Meski tidak dilakukan melalui lelang, jika dilakukan secara transparan tidak akan ada masalah. Ubaidillah juga mendesak Pemkab, agar mengoprasikan kembali Lapter Notohadinegoro, paling lambat bulan April 2009 mendatang. “ Sudah tidak ada alasan lagi, jadi saya mendesak pemkab untuk segera mengoprasikan lapter”. Tandasnya

(1.761 views)
Tag: