Kawan KISS FM
Memasuki 25 tahun era reformasi, antropolog sekaligus dosen senior Universitas Jember (Unej), Andang Subaharianto, meluncurkan buku terbarunya berjudul Megatruh Indonesia: Refleksi 25 Tahun Reformasi, Jumat 17 April 2026.
Buku tersebut mengulas refleksi kritis terhadap kondisi demokrasi Indonesia saat ini.
Dalam pemaparannya, Andang menyebut buku tersebut bukan sekadar karya akademik, melainkan bentuk perjalanan bangsa yang dinilai mengalami keterputusan antara sistem kelembagaan negara dan nilai-nilai dasar yang seharusnya menjadi ruhnya.
Ia menjelaskan, istilah Megatruh diambil dari tembang macapat Jawa yang menggambarkan terlepasnya roh dari jasad. Konsep ini digunakan sebagai metafora atas kegelisahannya melihat demokrasi Indonesia yang dinilai berada di ambang stagnasi, bahkan mendekati kondisi mati suri.
Menurutnya, Indonesia saat ini berada dalam fase involusi, yakni perubahan yang tampak secara struktural, namun tidak diiringi peningkatan kualitas. Hal itu, kata dia, terlihat dari masih kuatnya praktik feodalisme serta korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam sistem pemerintahan.
Dia menilai, lembaga negara boleh berubah, tetapi mentalitasnya masih feodal. Akibatnya, praktik KKN bukan hilang, justru semakin menguat. Jika tidak segera dibenahi, demokrasi bisa mengalami kemunduran serius.
Diskusi buku tersebut turut menghadirkan pandangan dari sejumlah akademisi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unej. Salah satu isu yang disorot adalah dominasi kepentingan korporasi besar dalam kebijakan negara yang berpotensi melahirkan praktik oligarki.
Sebagai penutup, Andang menawarkan gagasan politik pokok tanpa tokoh, yakni pendekatan politik yang tidak lagi berfokus pada figur, melainkan pada ide dan substansi kebijakan. Ia juga mendorong lahirnya “intelektual organik” yang mampu berperan aktif dalam mendorong perubahan sosial.
Menurutnya, kekuatan pemikiran dan pertarungan gagasan menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan demokrasi. Ia berharap buku tersebut dapat menjadi inspirasi, khususnya bagi generasi muda, untuk lebih kritis dalam menentukan arah masa depan bangsa.
<<<<<ULIL
(55 views)