Musalla di Rumah Surono dibangun Pelaku Agar Aksinya Tidak Terendus

bangunan rumah korbanMusalla di rumah Surono yang sekaligus menjadi lokasi Surono dikuburkan dengan tidak layak, ternyata baru dibangun oleh dua pelaku agar aksi pembunuhan yang dilakukannya tidak tidak terendus oleh orang lain. Demikian yang disampaikan Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal.

Kepada sejumlah wartawan Alfian menjelaskan, berdasarkan keterangan 8 saksi termasuk kedua pelaku, ternyata saat kedua pelaku mengecor mayat korban, belum ada bangunan musalla dan kamar mandi di rumah Surono. Di lokasi ditemukannya jasad korban awalnya hanya berupa pagar bambu dan tidak ada bangunan permanen. Bangunan Musalla termasuk kamar mandi, jemuran, dan tempat parkir sepeda tersebut baru belakangan di bangun oleh pelaku agar aksi pembunuhan yang dilakukannya tidak tidak terendus oleh orang lain.

Meski demikian Alfian memastikan warga yang diminta membangun musalla dan kamar mandi di rumah korban tidak mengetahui bahwa di bawah lantai lahan yang dibangun musalla terdapat jasad korba. Alfian juga memastikan pria berinisial J yang dituduh sebagai selingkuhan pelaku BSN juga tidak mengatahui kejadian tersebut.

Diberitakan sebelumnya, setelah lima hari dilakukan penyelidikan akhirnya teka teki pelaku pembunuhan terhadap Surono warga Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo yang jasadnya dicor di bawah musalla akhirnya terungkap. Diketahui korban tewas karena sengaja dibunuh oleh anak dan istrinya.

(159 views)