Warga Silo Minta Kemenag Mediasi Terkait Keberadaan Gereja yang diduga Tidak Berijin

menagKhawatir terjadi gejolak masyarakat, sejumlah tokoh agama kecamatan Silo minta kantor kementerian agama Jember, memfasilitasi pertemuanantara warga dengan tokoh kristen Kecamatan Silo, atas berdirinya sebuah gereja yang diduga tidak berijin. Pertemuan dilakukan di kantor kemenag Kamis Siang, dengan dihadiri Wabup, Kapolres, Komandan Kodim, Ketua PCNU dan ketua FKUB.

Gus Farid salah satu tokoh masyarakat Silo menceritakan, dirinya mendapat informasi dari sejumlah masyarakat, bahwa ada sebuah gereja tak berijin berdiri di desa Sumberjati, tetapi sudah melaksanakan kegiatan. Bahkan dirinya sempat mengkonfirmasi kepada pihak kementerian agama, dan disampaikan memang gereja tersebut belum mengajukan ijin.

Khawatir terjadi gejolak massa yang lebih besar, Gus Farid kemudian minta kantor Kemenag memfasilitasi pertemuan antara perwakilan warga dengan pengurus gereja. Jika memang tidak berijin, gus Farid minta pengurus gereja segera menghentikan aktifitasnya hingga persoalan perijinan selesai.

Sementara penyelenggara katolik kantor Kementerian Agama Jember Petrus Amat Sutadi, meminta maaf kepada masyarakat atas peristiwa ini. Petrus mengaku salah memberikan informasi kepada masyarakat, karena saat ditanya perihal perijinan dirinya tidak menemukan ijin gereja di desa Sumberjati Silo.

Namun beberapa hari kemudian dieinya baru mengetahui, bahwa sebenarnya gereja kristen di desa Sumberjati Silo, sudah mwngantongi ijin dari Kantor Kementerian Agama Jember sejak tahun 2017 lalu.

(121 views)