Warga dan Siswa Sekolah Kesulitan Transportasi Akibat Mogok Angkot

Sejumlah siswa sekolah dan warga masyarakat, sejak Rabu sore dan Kamis pagi mengaku kesulitan mendapatkan angkutan kota. Sedangkan untuk beralih ke angkutan online mereka berpendapat lebih mahal dari angkutan konvensional.

Seperti ungkapkan ibu Retno, warga Kebonsari yang mengaku cucunya kesulitan angkot, ketika akan pulang sekolah rabu sore. Sedangkan untuk beralih ke angkutan online, dirasa cukup mahal dan cucunya tidak membawa cukup uang.

Cucu ibu Retno akhirnya bisa pulang ke rumah, setelah diantar oleh orang tua temannya yang kebetulan menjemput ke sekolah. Meski demikian cucu ibu Retno sempat menangis, karena cukup lama menunggu namun tidak ada angkutan yang lewat.

Hal senada diungkapkan warga Desa Cangkring Jenggawah Artono. Menurut Artono tuntutan pengemudi angkutan konvensional, menolak angkutan online yang tidak memiliki kantor perwakilan di Jember ada sisi positifnya. Sehingga ketika terjadi keluhan dari konsumen, bisa langsung mendatangi kantor perwakilan di Jember.

Diberitakan sebelumnya ratusan pengemudi angkutan online, menggelar aksi unjuk rasa. Mereka menuntut Pemkab melarang angkutan online baru yang tidak memiliki kantor perwakilan di Jember. Bukan hanya perusahaan besar tapi juga angkutan online milik perorangan yang mulai bermunculan. Mereka mengancam akan melakukan aksi mogok masal sampai tuntutannya dipenuhi.

(40 views)