Eksekusi Anggaran Kabupaten Jember 4 Tahun Terakhir Sangat Buruk

1689f5a6-0d41-4c71-ab30-b0704081a2ad

Pengamat Keuangan Publik Universitas Jember Hermanto Rohman menilai, selama 4 tahun terakhir Pemkab lemah dalam implementasi anggaran. Hal ini terlihat jelas dengan besarnya silpa dari tahun ke tahun.

Hermanto menilai managemen penganggaran di Kabupaten Jember sebenarnya sudah cukup baik. Namun sayangnya tidak diimbangi dengan manajemen birokrasi yang memadai, sehingga implementasi anggaran yang sudah direncanakan terkesan lamban.

Efektifitas penyerapan anggaran tidak bisa lepas dari managemen birokrasi. Banyaknya Kepala OPD berstatus PLT, membuat implementasi anggaran menjadi sulit. Belum lagi banyak terjadi rangkap jabatan, yang tentu menyebabkan beban kerja overload.

Kondisi ini lanjut Hermanto, diperparah dengan pola managerial bupati yang belum memberikan kewenangan sepenuhnya kepada OPD, selaku eksekutor anggaran di lapangan. Jika terjadi distrust pimpinan terhadap anak buahnya, bisa dipastikan managemen birokrasi tidak akan berjalan sebagaimana mestinya.

Hal senada diungkapkan Wakil Ketua DPRD Jember Ayub Junaedi. Menurut Ayub, mekanisme perencanaan dan pengesahan anggaran di semua kabupaten kota sama, karena sudah diatur detail dalam undang-undang. Tetapi sebagus apapun postur anggaran dibuat, menjadi sia-sia jika tidak dilaksanakan.

(64 views)