Sepanjang Tahun 2018 LPS Tutup 92 Bank

IMG-20190315-WA0010Sepanjang tahun 2018 lalu Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS, menutup 92 unit Bank yang mengalami kebangkrutan. Demikian disampaikan Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan dan Protokoler LPS Raditya Adi Nugroho, usai melakukan sosialisasi peran LPS di Kabupaten Jember.

Raditya menjelaskan, dari 92 lembaga Bank yang ditutup tersebut 6 diantaranya berada di Jawa Timur. Mayoritas bank merupakan Lembaga Perkreditan Rakyat atau BPR dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah atau BPRS. Sedangkan untuk Bank umum yang dilikuidasi ada satu yakni Bank IFI.

Menurut Raditya, banyaknya BPR dan BPRS yang dilikuidasi rata-rata dikarenakan pihak manajemen melarikan dana nasabah, untuk kepentingan pribadi. Di sinilah peran dan fungsi dari LPS untuk menjamin dana simpanan nasabah, sehingga ketika perbankan dinyatakan bangkrut dan dilikuidasi, hak-hak nasabah tetap bisa diberikan. LPS memberi tenggat waktu hingga lima tahun kepada nasabah, untuk mengajukan klaim dana simpananya, sejak bank tersebut ditutup.

Lebih jauh Raditya menjelaskan, LPS adalah lembaga yang dibuat agar menciptakan rasa aman bagi nasabah penyimpan serta menjaga stabilitas sistem perbankan. LPS dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 Tentang Lembaga Penjamin Simpanan, dan berlaku efektif sejak tanggal 22 September 2005.

(78 views)