Pemerintah Desa Tolak Bantuan Patok PTSL Dari Pemkab Jember

IMG-20190315-WA0009Beberapa desa yang sejak awal menolak menerima pengadaan patok oleh Dinas PRKT dan Ciptakarya dalam progam Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap atau PTSL menilai, pengadaan tersebut sangat rawan berimplikasi hukum.

Seperti diungkapkan Ketua Pokmas PTSL Desa Sukojember Imron Rosyadi, yang mengaku sejak awal dirinya bersama Kepala Desa Sukojember, sejak awal menolak menerima bantuan patok dari Pemkab Jember tersebut. Sebab realisasi pengadaan patok tersebut baru dilaksanakan bulan Desember 2018. Padahal pemasangan patok yang bersumber dari dana gotong royong, sudah dilakukan sejak Februari 2018.

Jika dipaksakan diterima, jelas patok tersebut hanya menumpuk di Kantor Desa dan tidak bisa dipakai. Imron mengaku semakin khawatir berdampak hukum, ketika pihak desa diminta menandatangani tanda terima terhitung mundur yakni di bulan April 2018.

Sementara Kepala Desa Glundengan Heri Hariyanto, mengaku menerima bantuan 9 ribu patok dari Dinas PRKT Cipta Karya, yang sampai saat ini patok tersebut tidak digunakan dan hanya ditumpuk di belakang Kantor Desa. Sebab memang proses pemasangan patok hingga pengukuran tanah, sudah selesai dilakukan sejak pertengahan 2018 lalu dengan menggunakan dana gotong royong.

Diberitakan sebelumnya LSM Masyarakat Peduli Pelayanan Publik MP3 Jember, mengadukan pengadaan patok persiapan progam PTSL ke Polres Jember, karena diduga double accounting dan merupakan progam sia-sia.

(117 views)