DPRD Pertanyakan Perbedaan Data Jumlah Perusahaan Antara Disnakertrans dan BPJS Ketenagakerjaan

IMG-20190211-WA0041

Sekretaris Komisi D DPRD Jember Nurhasan

data nampaknya masih menjadi persoalan. Bahkan Komisi D DPRD Jember dalam hearing Senin siang, mempertanyakan kinerja Disnakertrans yang mencatat hanya ada 878 perusahaan di Jember. Padahal BPJS Ketenagakerjaan mencatat di Jember terdapat 5400 perusahaan.

Sekretaris Komisi D DPRD Jember Nurhasan mengaku heran, bagaimana bisa data Disnakertrans berbeda sangat jauh dengan data BPJS Ketenagakerjaan. Nur Hasan menilai kinerja Disnakertrans tidak maksimal, sehingga data perusahaan dari tahun ke tahun tidak pernah update.

Nurhasan melihat Disnakertrans kurang memperhatikan perkembangan perusahaan di Jember. Dengan kondisi ini Nurhasan khawatir Disnakertrans juga tidak memperhatikan kondisi tenaga kerja yang ada di Jember.

Kepala Disnakertrans Jember Bambang Edy Susilo, membantah pihaknya tidak bekerja maksimal. Setiap tahun menurut Bambang, pihaknya melakukan update data jumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Jember.

Bambang menilai wajar jika terjadi perbedaan data antara pihaknya dengan BPJS Ketenagakerjaan. Sebab BPJS mendata seluruh perusahaan berapapun jumlah karyawannya, sedangkan Disnakertrans hanya mendata perusahaan dengan jumlah karyawan minimal 10 orang, sesuai dengan ketentuan undang-undang.

Sementara Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jember Dwi Endah Aprilistyani menjelaskan, data BPJS Ketenagakerjaan tersebut merupakan seluruh perusahaan di Jember, baik yang sudah lama maupun yang baru. Untuk update data, BPJS Ketenagakerjaan juga membuka stand di Kantor PTSP. Sehingga perusahaan yang memperpanjang ijin atau pengajuan ijin perusahaan baru, bisa langsung mendaftarkan karyawannya sebagai Peserta BPJS.

(140 views)