Tidak Temukan Unsur Pidana, Polisi Nyatakan Dugaan Penipuan Arisan Online yang Melibatkan Istri Oknum Polri Masuk Ranah Perdata

IMG_20181226_131958Kasat Reskrim Polres Jember AKP Yadwivana Jumbo Qontasson, membantah bahwa pihaknya menolak laporan dua admin arisan online, terkait kasus dugaan penipuan arisan online. Laporan tersebut sengaja diarahkan ke ranah perdata, karena memang dalam pemeriksaan awal tidak ditemukan adanya unsur pidana.

Kepada sejumlah wartawan Jumbo menjelaskan, pihaknya tidak memiliki alasan untuk menolak laporan yang masuk ke Sat Reskrim Polres Jember. Sehingga pihaknya membantah jika ada isu yang beredar, bahwa laporan terkait dugaan penipuan arisan online yang melibatkan istri oknum anggota Polres Jember.

Jumbo mengaku, setelah dua admin arisan online tersebut mendatangi Polres Jember untuk membuat laporan polisi, pihaknya langsung melakukan pemeriksaan awal terhadap pelapor. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ternyata terlapor sudah pernah melakukan pembayaran pertama dan kedua, dan baru lalai setelah pembayaran ketiga dan seterusnya, sehingga masuk kategori wanprestasi.

Karena pihaknya tidak menemukan adanya unsur tindak pidana peniupuan dan penggelapan sebagaimana diatur dalam pasal 372 dan 378 KUHP lanjut Jumbo, pihaknya menyarankan kepada pelapor agar membuat gugatan perdata saja. Sebab jika tetap dipaksaan masuk ranah pidana, pada akhirnya juga akan gugur, karena tidak cukup bukti.

Sebelumnya, sejumlah owner arisan online mengaku kecewa karena laporannya terkait dugaan penipuan arisan online, yang melibatkan istri oknum anggota Polres Jember, ditolak oleh Sat Reskrim Polres Jember. Padahal kerugian yang diakibatkan dalam kasus ini, mencapai seratus juta lebih.

(75 views)