70 Lebih Rekanan Dinas Kesehatan Jember Tidak Terbayar

Sekitar 70 lebih rekanan yang mengerjakan proyek fisik Dinas Kesehatan, sampai hari ini belum terbayar. Padahal rekanan sudah menyelesaikan pekerjaan dan pertanggungjawabannya, sejak tanggal 26 Desember lalu sesuai kontrak. Akibatnya rekanan terancam harus menanggung denda keterlambatan pinjaman ke perbankan.

Salah satu rekanan yang mendapat paket rehab Puskesmas Pembantu berinisial AF menjelaskan, sekitar 70 lebih rekanan yang sudah menyelesaikan pekerjaannya, Rabu pagi diundang di Kantor Dinas Kesehatan. Kepala Dinkes Nurul Qomariyah mengatakan, pihaknya tidak tahu jika ada perubahan sistem pelaporan online. Sehingga ketika stafnya tahu di penghujung tahun, data yang dimasukkan terlambat sehingga tidak bisa dicairkan.

Tentu rekanan tidak bisa menerima alasan tersebut. Sebab menurut AF, hampir seluruh rekanan hutang uang di bank untuk modal mengerjakan proyek tersebut. Sehingga ketika dinas terlambat membayar, tentu bank juga akan memberlakukan denda keterlambatan pembayaran dari rekanan. Karena Kadinkes tidak bisa memberikan solusi terkait persoalan ini, rencana rekanan akan berkirim surat langsung kepada bupati.

Lebih jauh AF menjelaskan, selama ini memang tidak aturan yang mengharuskan dinas membayar denda kepada rekanan jika terlambat membayar. Tetapi tentu saja rekanan juga tidak mau dirugikan, karena faktanya rekanan sudah menyelesaikan semua pekerjaannya sesuai kontrak.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Jember Nurul Qomariyah, sejaak Rabu siang hingga berita ini diturunkan belum berhasil di konfirmasi,, saat dihubungi telefon selularnya selalu direject.

(456 views)