Pemprov Jatim Abaikan Petisi Masyarakat Silo Terkait Tambang Emas

Kedatangan staf dinas esdm jatim mendatangi lokasi tambang emas silo dengan membawa wna, menjadi bukti pemrov mengabaikan surat penolakan yang langsung diserahkan kepada sekdaprov beberapa waktu lalu. Demikian disampaikan kepada desa pace silo moch farohan.
Kepada sejumlah wartawan farohan menjelaskan, masyarakat silo kecewa dengan belum dicabutnya sk penetapan lokasi tambang emas blok silo oleh kementerian esdm. Padahal beberapa waktu lalu informasinya bupati faida secara langsung menemui menteri esdm. Bahkan masyarakat silo juga sudah menghadap langsung ke pemprov dan dprd jatim, untuk menyerahkan petisi penolakan tambang emas silo.
Namun kamis pagi masyarakat silo dikejutkan dengan kedatangan staf dinas esdm jatim, membawa 3 wna dengan alasan hendak melakukan survei lapangan. Farohan menilai kedatanggan mereka merupakan bukti, suara rakyat silo yang menemui sekdaprov diabaikan. Karena itu selasa pagi masyarakat silo akan mendatangi dprd dan pemkab jember untuk menyampaikan aspirasinya.
Diberitakan sebelumnya masyarakat desa pace kecamatan silo rabu pagi memanas. 7 orang pendatang dimana 3 diantaranya merupakan warga negara asing, dihadang ratusan massa karena diduga akan melakukan survey terkait tambang emas, yang selama ini mendapat penolakan keras dari masyarakat setempat.

(102 views)