Koordinasi KPU dan Dispenduk Tidak Terpengaruh Meski Ada OTT

Meski Kepala Dispenduk Capil Jember terjaring Operasi Tangkap Tangan dan saat ini ditahan di Mapolres Jember, koordinasi KPU dengan Dispenduk terkait pemutakhiran data pemilih bisa berjalan normal. Demikian disampaikan Komisioner KPU Kabupaten Jember Ahmad Hanafi Kamis siang.

Hanafi mengakui data pemilih bersumber dari data yang ada di Dispenduk. Semakin valid data yang diberikan, semakin mudah bagi KPU untuk melakukan pemutakhiran data. Meski Kepala Dispenduk ditahan sejauh ini menurut Hanafi, tidak menjadi kendala karena OTT terkait teknis pelayanan sehari-hari, bukan mengenai data penduduk.

Menanggapi ditemukannya KTP ganda atasnama Bupati dan Kepala Dispenduk Capil, sepanjang data Nomor Induk Kependudukan dalam KTP tersebut sama, tidak berpengaruh terhadap sistem. Sebab dalam pemutakhiran data pemilih yang digunakan hanya NIK. Sehingga ketika secara fisik ditemukan KTP ganda tidak akan berpengaruh.

Sebelumnya Unit Tipikor Sat Reskrim Polres Jember menemukan KTP atasnama Bupati Jember Faida dan KTP ganda atasnama Kadispenduk Capil Sri Wahyuni, di dalam tas Sri Wahyuni yang kemudian menjadi salah satu barang bukti OTT pungli pengurusan adminduk.

Menurut pengakuan Yuni seperti disampaikan Kapolres, Yuni sengaja memcetak KTP Bupati 2 kali sebagai cadangan, khawatir sewaktu-waktu hilang dan dibutuhkan segera. 1 KTP diserahkan kepada bupati sementara satu lagi dipegang olehnya.

(87 views)